Wabup Parimo Badrun Nggai ‘Motori’ Penyuntikan Vaksin Tahap Pertama Bagi Lansia

0

TNO, PARIMO SULTENG – Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 untuk usia lanjut (lansia) di Wilayah Parigi Moutong telah dilaksanakan dan proses pemberian vaksin berjalan lancar.

Pemberian vaksinasi bagi lansia, diawali oleh Wakil Bupati Parigi Moutong (Wabup Parimo) H. Badrun Nggai, SE yang juga selaku Ketua Komite Daerah (Komda) Lansia Kabupaten Parigi Moutong, dan kemudian diiukuti Ketua MUI Kabupaten Parimo dan Ketua Organisasi Kemasyarakatan serta tokoh masyarakat lainnya. Pemberian vaksinasi covid 19 berlangsung di Lantai II Kantor Bupati. (30/3/21).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Parigi Moutong Wulandari Marasobu, S.KM mengatakan, dari total 30 orang lansia telah melakukan penyuntikan vaksin covid 19 diantaranya 13 orang lansia, dan 17 orang dari pra lansia.

Wulandari menuturkan, dengan adanya vaksinasi untuk lansia, kita bisa menekan kasus baru covid 19 yang terjadi pada lansia. Menurutnya, lansia adalah golongan usia yang sangat rentan terhadap virus tersebut.

“Alhamdulillah, kami bersyukur bahwa, para lansia sangat antusias terhadap pemberian suntikan vaksinasi covid 19 ini, hanya saja banyak diantara para lansia terkendala oleh beberapa penyakit komorbid diantaranya, gula, kolesterol dan hipertensi,” Tutur wulandari.

“Sesuai dengan absensi kehadiran para peserta lansia untuk melakukan vaksinasi tercatat sebanyak 70 orang lansia, tapi setelah melakukan tahapan pemeriksaan, banyak terkendala dengan penyakit komordid, yang mana tidak bisa melakukan penyuntikan vaksin covid 19,” Kata wulandari.

Wakil Bupati Parimo H. Badrun Nggai, SE saat sedang menerima suntikan vaksinasi covid-19 Sinovac.

“Atas nama Pemerintah Dinas Kesehatan Parimo, mengucapkan terima kasih kepada Komda Lansia Kabupaten Parimo, khususnya bapak Ketua Komda Lansia, Badrun Nggai, SE yang telah memfasilitasi para lansia untuk datang menghadiri pencanangan sekaligus melakukan penyuntikan vaksinasi lansia ini. H. Badrun Nggai, SE Wakil Bupati Parimo dalam pencanangan vaksinasi lansia mengatakan, tidak menyangka kedatangan para lansia, untuk melakukan penyuntikan vaksin covid 19 ini, antusiasnya sangat tinggi, awalnya saya merasa ragu-ragu tapi Alhamdulillah kepedulian lansia ini perlu kita apresiasi”. Ucap wulandari.

Dikesempatan yang sama H. Badrun Nggai membeberkan, “Antusias lansia yang telah melakukan vaksinasi covid 19, diharapkan setelah kembali ke rumah masing-masing, mudah-mudahan tidak ada keluhan setelah melakukan vaksin. Dan diharapkan kepada lansia ini, akan memberikan informasi kepada masyarakat lansia lainnya bahwa, penyuntikan vaksinasi untuk lansia itu aman, dan tidak ada keluhan setelah divaksin,” Tutur Wabup.

Lanjut orang nomor dua di Kabupaten Parimo ini, “Seperti saya telah menerima suntikan vaksin covid, tidak merasakan apa-apa, bahkan saat penyuntikan berlangsung rasanya seperti semut yang mengigit saja. Jadi penyuntikan ini aman dan halal bagi para lansia”. Katanya.

Kedepan melalui Dinas Kesehatan akan memberikan vaksin kepada semua kalangan dan vaksinnya sudah disiapkan, maka para lansia yang ada di 23 kecamatan se-Kabupaten Parimo bisa mendatangi puskesmas setempat, untuk melakukan penyuntikan vaksin tersebut. Dan ini juga berlaku bagi semua ASN dan para guru tenaga pendidikan, diharapkan datang ke puskuesmas terdekat. Pesan Wabup.

Syarat bagi para lansia umur 60 tahun keatas, untuk melakukan penyuntikan vaksin covid 19.

  1. Membawa KTP
  2. Suhu dibawah 37,5 drajat
  3. Tekanan dara dibawah 180/110
  4. Tidak Mengalami gejala Ispah seperti batuk, pilek, sesak napas 7 hari terakhir.
  5. Keluarga serumah yang tidak mengalami suspek covid 19.
  6. Mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah.
  7. Tidak menderita penyakit jantung (gagal jantung), penyakit jantung coroner, autoiment sistemik, penyakit ginjal, penyakit saluran pencernaan kronis, penyakit komorbid diantaranya gula, kolesterol dan hipertensi, penyakit kanker, penyakit diabetes, penyakit HIV dan TBC.

Pemberian penyuntikan vaksin nantinya melalui 4 tahap. Tahap pertama, pendaftaran dan verifikasi data. Kedua, pemeriksaan fisik dan edukasi vaksin. Ketiga, pemberian vaksinasi dan Keempat, observasi, pencatatan dan pemberian kartu vaksin.

Bagi lansia yang telah melakukan vaksin diharapkan 30 menit untuk tidak meninggalkan tempat setelah terima suntikan vaksin, ini bertujuan melihat perkembangan setelah melakukan penyuntikan dan setelah 30 menit penerima vaksin dan tidak ada keluhan baru di perbolehkan meninggalkan ruangan tersebut.

Rilis : Humas Pemda Parimo
Editor : MH/MU

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?