Solidaritas Advokat Rakyat Bersama IKA Untad Bahas Tindakan Kekerasan Aparat Dalam Aksi Omnibus Law

0

TNO, Palu Sulteng – Ikatan Alumni Universitas Tadulako (IKA Untad), bersama Advokat Rakyat menggelar pertemuan di salah satu warkop di Kota Palu, guna merespon kejadian yang menimpa Mahasiswa Untad saat melakukan demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di depan kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Dalam pertemuan tersebut Advokat Rakyat, Agussalim, SH. Menyampaikan secara langsung untuk segera diadakan pertemuan untuk merespon kejadian aksi penolakan undang – undang Omnibus Law Cipta Kerja dimana mahasiswa Untad mengalami tindak kekerasan fisik oleh Aparat Kepolisian.

“ Kita di IKA Untad memiliki Struktur Organisasi, saya sendiri menjabat di Divisi Hukum dan HAM, tentunya memerlukan kesiapan konkrit memandang situasi aksi kemarin yang berakhir ricuh, pemukulan trhadap mahasiswa Untad dan penahanan,” Ujar Agussalim, Sabtu, (10/10/2020).

“ Disini juga ada Ketua Ombudsman dan Ketua Komda HAM Sulteng, semuanya Alumni Fakultas Hukum Untad, kita harus bersikap apa betul adik-adik mahasiswa Untad bertindak seperti itu yang akhirnya, diperlakukan secara tidak manusiawi.” Tegas Agussalim, SH.

Tampak Foto ketua Advokat (IKA) Palu, Agus Salim SH, sedang membersihkan luka salah satu mahasiswa yang terluka saat demonstrasi berlangsung di kota palu.

Menanggapi hal tersebut DR. Suparman dan Sofyan Farid Lembah, SH. Mengusulkan untuk diadakan pertemuan segera mungkin.

Sementara Triadi Lawide, SH, dari LBH Palu juga mengusulkan, sekiranya ada tindak lanjut yang memberikan solusi pasca aksi penolakan UU Omnibus Law oleh para mahasiswa kemarin.

“ Kita bicarakan saja besok dengan menghadirkan pengurus Kota, Kabupaten dengan PP IKA Untad.” Ujar Sekjen PP IKA Untad, DR. Muzakir Tawil, M.Si.

“ Kan sudah banyak beredar di medsos bagaimana situasi aksi kemarin dimana mahasiswa beralmamater Untad diperlakukan tidak wajar. Ini kita bahas semuanya besok.” Tambahnya lagi.

Lanjut Sekjen PP IKA Untad mengatakan bahwa, untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan, IKA Untad akan mengambil peran tersendiri mengurus dan mencari solusi untuk jalan keluar terkait situasi seperti ini.

Sementara itu Sofyan Farid Lembah, SH, mengatakan bahwa, kejadian ini mengingatkan era Orde Baru, dimana kasus penghinaan dan pelecehan (penginjakan) kartu mahasiswa oleh oknum polisi membuat heboh dengan mengakibatkan mahasiswa Untad turun aksi massa.

Hadir dalam informal meeting, DR. Suparman, Sudaryano Lamangkona, S.Sos (Ketua IKA Untad Palu), Datu Wajar Lamarauna, S.Sos, (Ketua IKA Untad Kabupaten Donggala), Sekretaris Jenderal DR. Muzakir Tawil, M.Si IKA Pusat dan Pembina IKA Untad Bapak Sofyan Farid Lembah, SH yang juga Ketua Ombudsman Sulteng, Dedi Askari, SH (Ketua Komda HAM), bersama Triadi Lawide, SH, dari LBH Palu dan Jurnalis Kota Palu. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?