SMAN 1 Ampibabo Laksanakan Ujian Sekolah dengan Standar Prokes

0

TNO, PARIMO SULTENG – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Mendikbud) Nadiem Makarim, menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait dampak Pandemi Covid-19 khususnya pada dunia pendidikan, salah satu kebijakan yang baru-baru ini dikeluarkan adalah, peniadaan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Kesetaraan bagi para peserta didik di indonesia tersebut, sebelumnya telah dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim melalui surat edaran Mendikbud Nomor 1 tahun 2020/2021 tentang peniadaan ujian nasional dan ujian kesetaraan serta pelaksanaan Ujian Sekolah (US) dalam masa darurat penyebaran corona virus disease covid-19 Jakarta, (1/2/2021) lalu.

Pada prinsipnya Mendikbud mengutamakan keamanan dan kesehatan pelajar dan keluarga baik pendidik (guru), sehingga ujian nasional ditiadakan, karena menurut Nadiem, apabila UN dilaksanakan akan menimbulkan risiko kesehatan.

Tampak wakasek SMAN 1 Ampibabo, Ashab, S.Pd Saat menerima kunjungan awak media TNO.

Berdasarkan keputusan Mendikbud, SMAN 1 Ampibabo, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, melakukan ujian sekolah (US) saja di gedung SMAN 1 Ampibabo untuk menghindari resiko penyebaran covid 19.

Menurut Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMAN 1 Ampibabo Ashab,S.Pd saat ditemui awak media ini di ruang kerjanya, Senin (22/3/21) lalu, bahwa sebanyak 299 Siswa (i) SMAN 1 Ampibabo saat ini mengikuti ujian sekolah yang dibagi 18 kelompok pada ruangan terpisah, setiap kelompok berjumlah antara 16 dan 17 peserta.

Ujian sekolah ini benar-benar kami menerapkan berdasarkan Prokes dan surat edaran Mendikbud Nomor 1 tahun 2020/2021 tentang peniadaan ujian nasional dan ujian kesetaraan serta pelaksanaan Ujian Sekolah (US) dalam masa darurat penyebaran corona virus disease covid-19, agar peserta ujian dan para pengawas terhindar dari penyebaran virus corona, selain itu kami juga menerapkan 3M, Mencuci tangan, Memakai masker, dan Menjaga jarak, aturan kami pertegas, mengingat keselamat dan kesehatan para murid dan keluarga di rumah terkhusus para guru, bagi yang melanggar di kenakan sanksi, tidak boleh mengikuti kegiatan US red”. Ungkap Ashab dengan tegas.

Penulis : Nasir
Editor : MH/MU.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?