SDN Buranga Adakan Sanlat Religiusitas, ‘Open To All Religions’

0

TNO, PARIMO SULTENG – Pada hari Kamis, 22 April 2021, SDN Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong membuka Pesantren Kilat (Sanlat) oleh Ketua K35, Ambar, S.Pd.,M.Pd. Kegiatan tersebut terbagi empat kelompok, yakni di ruang satu, Abu Bakar Sidik, Ruang dua, Umar Bin Khatab, ruang tiga, Usman Bin Affan, dan ruang empat, Siti Aisyah, diikuti 70 siswa mulai dari kelas empat hingga kelas enam.

Memantapkan pemahaman anak tentang ajaran Agama Islam. Hingga diharapkan sang anak akan memupuk dan menanamkan rasa cinta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasulullah sejak dini. Dengan kecintaan terhadap sang pencipta anak-anak senantiasa akan berbuat sesuai dengan ajaran agama dan menjauhi segala larangannya.

Gazali, S.Pd.,M.Pd selaku Kepala SD Negeri Buranga, mengungkapkan, “Sebagai apa yang dipercayai, agama memiliki peranan penting dalam hidup dan kehidupan manusia baik secara pribadi maupun secara kelompok. Secara umum agama berfungsi sebagai jalan penuntun penganutnya untuk mencapai ketenangan hidup dan kebahagian di dunia maupun di kehidupan kelak. Fungsi agama sebagai pemujaan masyarakat, selain itu juga sebagai fungsi ideologi, dan sebagai sumber perubahan sosial,”

“Manusia mempercayakan fungsi edukatif pada agama yang mencakup tugas mengajar dan membimbing. Keberhasilan pendidikan terletak pada pendayagunaan nilai-nilai rohani yang merupakan pokok-pokok kepercayaan agama. Nilai yang diresapkan antara lain, makna dan tujuan hidup, hati nurani, rasa tanggung jawab dan tuhan,” Ungkapnya.

Tampak Kepala SD Negeri Buranga, Gazali, S.Pd.,M.Pd (kemeja putih) saat memberikan arahan pada pembukaan kegiatan Sanlat, Kamis 22/4/2021, SDN Buranga.

“ Agama dengan segala ajarannya memberikan jaminan kepada manusia keselamatan di dunia dan akhirat. Agama ikut bertanggung jawab terhadap norma-norma sosial sehingga agama menyeleksi kaidah-kaidah sosial yang ada, mengukuhkan yang baik dan menolak kaidah yang buruk agar selanjutnya ditinggalkan dan dianggap sebagai larangan. Agama juga memberi sangsi-sangsi yang harus dijatuhkan kepada orang yang melanggar larangan dan mengadakan pengawasan yang ketat atas pelaksanaannya persamaan keyakinan merupakan salah satu persamaan yang bisa memupuk rasa persaudaraan yang kuat,” Ucapnya.

“Manusia dalam persaudaraan bukan hanya melibatkan sebagian dari dirinya saja, melainkan seluruh pribadinya juga dilibatkan dalam suatu keintiman yang terdalam dengan sesuatu yang tertinggi yang dipercaya bersama. Agama mampu melakukan perubahan terhadap bentuk kehidupan masyarakat lama ke dalam bentuk kehidupan baru. Hal ini dapat berarti pula menggantikan nilai-nilai lama dengan menanamkan nilai-nilai baru. Transformasi ini dilakukan pada nilai-nilai adat yang kurang manusiawi. Sebagai contoh kaum Qurais pada jaman Nabi Muhammad yang memiliki kebiasaan jahiliyah karena kedatangan Islam sebagai agama yang menanamkan nilai-nilai baru sehingga nilai-nilai lama yang tidak manusiawi dihilangkan,” Jelas Gasali.

Uniknya dalam kegiatan sanlat ini, melibatkan semua agama (keyakinan), keragaman dan keyakinan yang berbeda bukanlah sebuah penghalang bagi para guru untuk melakukan kegiatan religi, menurut kepsek SDN Buranga, Gazali, S.Pd.,M.Pd bahwa kegiatan religi tidak hanya ikuti siswa beragama islam, namun siswa agama hindu (Pasraman) juga ikut dalam kegiatan tersebut.

Ditambahkanya lagi, bahwa sebanyak 20 siswa yang beragama hindu yang ikut kegiatan religi ini, yang terdiri dari kelas empat hingga kelas enam, dengan ruangan terpisah dari siswa muslim, dan dibimbing langsung oleh guru agama dari agama hindu, ia juga menyampaikan, bahwa kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai dari 22 April hingga 26 April 2021, kegiatan memperlakukan standar Prokes covid-19 dengan memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak”. Terang Gazali.

Penulis : Nasir
Editor : MH/MH

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?