Sang Penjaga Berubah Menjadi Pemangsa : Apa Salah Dan Dosaku

0

Seorang Kakek 70 Tahun Merenggut Keperawanan Gadis 17 Tahun, Warga Desa Posona Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parimo Geger dengan Penangkapan Seorang Kakek 70 tahun Sebut saja AD, Atas Kasus Pencabulan (pelecehan seks) Terhadap Anak Cucu Kandung Sendiri, Sangat di Sayangkan Seorang Kakek Semestinya Menjaga Kehormatan dan Masa Depan Keluarga Namun Yang Terjadi Dengan Keluarga AD Justru Sebaliknya, AD Yang Menghancurkan Masa Depan Cucunya Sendiri, Kini AD Diamankan Oleh Satuan Reskrim Polsek Kasimbar, Senin 28 Sebtember 2020.

TNO, Kasimbar Parimo Sulteng – Berdasarkan laporan inisial MAM sebut saja icha 17 tahum, Menuturkan bahwa, kakek kandungnya yang bernama AD (sebut saja seperti itu) 70 tahun, kerap melakukan pencabulan terhadap dirinya, baik dirumahnya maupun di tempat lain, seperti di Palu pada tanggal 7 September 20, juga pada saat di kebun cengkeh miliknya.

Diketahui Si korban ini telah lama ditinggal kedua orang tuanya (cerai red), sejak masa kecil korban diasuh oleh sang kakek dan neneknya, tinggal serumah di Desa Posona Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah.

Icha tak tahan menahan kejadian yang kerap menimpa dirinya, akhirnya icha memberanikan diri angkat bicara kepada Kadus II tentang apa yang menimpa dirinya selama ini, mendengar pengakuan Icha, Kadus II tak tinggal diam, ia langsung membawa Icha dan melaporkan kejadian ini kepada Kepala Desa Posona Emli SY H. Tapparen, berdasarkan informasi dari korban Emli, langsung melaporkan kasus ini ke Kapolsek Kasimbar. kepolisian sektor Kasimbar yang dipimpin Kanit I Nyoman Tri Ariasa, SH langsung menuju lokasi penangkapan pelaku, Senin 28 September 2020.

AD yang sementara perjalanan pulang dari Kota Palu menuju Desa Posona, pada hari Senin 28 September 2020 sekitar pukul 13.00 Wita tepatnya di Desa Cendana Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parimo, diketahui pelaku dalam perjalanan pulang Polisi dilakukan penyergapan dan membekuk pelaku di tengah jalan, pelaku langsung digelandang ke Kapolsek Kasimbar selama satu hari.

Selasa, 29 september 2020 Jam 10.00 pagi, pelaku langsung dibawah ke Polres Parigi Moutong untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Untuk membuktikan perbuatan pelaku, korban pun dibawah pihak Kapolres Parigi Moutong untuk di lakukan visum di rumah sakit Anuntaloko Parigi, ditangani langsung oleh Briptu Eka Hardiyanti, dan hasil visum menurut kanit I Nyoman Triariasa terbukti positif korban mengalami luka robek pada kemaluan.

Untuk penarapan hukuman pelaku diancamn pasal 294 kitab Undang-undang hukum pidana (KUHP) berbunyi sebagai berikut, Ayat 1 Pasal 294 KUHP berbunyi, “Barangsiapa melakukan perbuatan cabul dengan anaknya yang dewasa, anak tiri atau anak pungutnya, anak peliharaannya, atau dengan orang yang belum dewasa yang dipercayakan kepadanya untuk ditanggung, dididik untuk dijaga, atau dengan bujang atau orang sebawahnya yang belum dewasa, dihukum penjara selama-lamanya tujuh (7) tahun.” (Thlb)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?