Rekanan Proyek Rehab Ruang Kelas dan Jamban SDN 331 Tanjung Terlapor di Polres Luwu

0

TNO, BUPON LUWU – Sungguh sangat keterlaluan apa yang dilakukan salah satu kontraktor yang ada di Kabupaten Luwu ini, ia malah menipu dan tak membayar sesuai upah yang telah disepakati dengan buruh atau tukang yang mengerjakan proyeknya tersebut. Sehingga diduga telah melakukan penggelapan dana anggaran upah kerja tukang pada proyek tersebut.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) mengadakan Kegiatan Rehabilitasi Sedang dan Berat Ruang Kelas dan Toilet (Jamban) Khususnya di SDN 331 Tanjung tepatnya di Kecamatan Bua Ponrang (Bupon), Kabupaten Luwu dan rekanan yang mengerjakan proyek tersebut adalah CV. SIPATUO.

Itu tertuang melalui papan proyek pengerjaan tersebut, dimana Rehabilisasi Ruang Kelas dan Pengadaan Bangunan Toilet (Jamban) di SDN 331 Tanjung, yang dikerjakan oleh perusahaan Konstruksi CV. SIPATUO, T.A 2021, Tanggal Kontrak 14 Juli 2021, dengan NO. SPMK : 11/SPMK/PPK-DIKBUD DAK/VII/2021 NO. KONTRAK 11/KONT/PPK-DIKBUD DAK/VII/2021, Besaran Nilai Kontrak : Rp.366.822.000,- (Tiga Ratus Enam Puluh Enam Juta Delapan Ratus Dua Puluh Dua Ribu Rupiah) WAKTU PELAKSANA : 150 (Seratus Lima Puluh Hari) Kelender.

Tampak salah satu pekerjaan yang telah dilakukan oleh buruh dari rekanan CV. SIPATUO di SDN 331 Tanjung.

Tak terima dan merasa ditipu serta diintimidasi oknum pelaksana kegiatan tersebut berinisial PN bersama rekannya asal Padang Sappa, Kadrial (51) yang merupakan kepala tukang proyek tersebut mendatangi Unit Tipikor Polres Luwu, pada Selasa 19 Oktober 2021, pukul 15.00 WIB dengan maksud melaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan dana anggaran upah kerja tukang pada proyek di atas, yang dilakukan oleh pihak kontraktor CV. SIPATOU sebagai pelaksana (Rekanan) pada kegiatan tersebut.

Awalnya, Kadrial yang lebih akrab disapa Kadi telah membuat kesepakatan kerja dengan PN pada Bulan Juli 2021, tepatnya 3 bulan yang lalu. Kadi menjelaskan bahwa, kesepakatan untuk upah pekerjaan rehap 3 (Tiga) RKB dan 1 (Satu) Unit Bangunan Jamban di SDN 331 Tanjung sebesar Rp.60.000.000,- (Enam Puluh Juta Rupiah).

Rehabilitasi Sedang dan Berat Ruang Kelas SDN 331 Tanjung.

Kadi Mengakui, selama berjalannya proyek tersebut, bahan materialnya tersendak-sendak (tidak lancar) sehingga Kadi merasa dirugikan karena harus mengeluarkan biaya untuk bayar tukang dan buruh, Kadi memang mengakui bahwa telah menerima dana dari PN sejumlah Rp.8.000.000,- (Delapan Juta Rupiah), namun itu dilakukannya sebanyak 4 kali pembayaran.

“Ia, saya memang sempat menerima dana dari PN sebanyak 4 kali yang jumlahnya bila ditotal sebesar Rp.8 Juta, jadi PN pernah membayar saya Rp.1 Juta sebanyak 3 kali, pernah juga Rp5 juta pak, dan itu sangat jauh dari nilai kesepakatan awal sebesar Rp60 juta” Ungkapnya kepada awak media TeropongNews.

Ditambahkannya lagi bahwa, Sejak selesainya pekerjaan tahap pembongkaran Kadi bersama rekannya selalu bekerja setengah hari saja, dikarenakan selalu kehabisan bahan, dan menurut Kadi PN tidak ada modal untuk membiayai proyek tersebut, sehingga PN bekerjasama dengan salah satu pemilik Toko Bangunan yang ada di Ponrang dengan syarat perkerjaan tersebut dilanjutkan oleh tukang yang diusulkan pemilik Toko, dengan demikian Kadi bersama rekannya diberhentikan oleh PN.

“Saya tidak persoalkan seandainya upah kerja kami dibayar berdasarkan volume yang tertuang dalam kontrak, maksudnya dihitung volumenya, dan berapa biaya pembongkarannya yang sesuai RAB karena PN tidak komitmen dengan kesepakatan dari awal, yaitu terima kunci dengan nilai yang kami sepakati sebesar Rp.60.000.000,-” Ungkapnya.

“Olehnya itu saya sudah meminta kepada pihak Dinas Dikbud untuk dimediasi namun al-hasil nihil, Sambung Kadi, “Saya dijanji oleh pegawai dari Dinas Dikbud Luwu sudah 2 (Dua) minggu namun selalu ada kendala, sehingga saya melangkah ke jalur hukum dengan mendatangi Unit Tipikor Polres Luwu, dan Alhamdulillah Kanit Tipikor bersedia menerima laporan saya” Kunci Kadrial.

Awak media TeropongNews mencoba untuk mengkonfirmasi dan menghubungi rekanan yang bersangkutan terkait berita di atas, namun yang bersangkutan tidak dapat dihubungi hingga berita ini terbit.

Penulis : Achmad Kusman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?