Ratusan Hektar Sawah di Lamasi Timur Rusak Diterjang Banjir, Tim SDA PUPR Luwu Lakukan Investigasi

0

TNO, WALMAS LUWU – Mendapat laporan dari salah seorang Kepala Desa di Walmas terkait kondisi persawahan warga yang terendam air, Plt Kadis PUPR Luwu, Ir. Ikhsan Asaad, ST, MT (Daffa Ikhsan) langsung memerintahkan jajarannya turun Lapangan.

Kabid SDA Dinas PUPR, Hendra Haruna, ST yang mendapat perintah tersebut mendatangi sejumlah desa di Wilayah kecamatan Lamasi Timur. Didampingi beberapa orang petugas pintu air.

Sesuai informasi yang terekam di lapangan, penyebab genangan akibat tingginya intensitas curah hujan beberapa hari terakhir.

Kepala Desa To’lemo, Udding, SE., yang mendampingi tim SDA Luwu mengatakan jika air sudah tujuh hari ini merendam persawahan warga di Wilayahnya.

“Akibat genangan air ini menyebabkan padi yang sudah berumur dua bulan mengalami kerusakan dan dipastikan gagal panen” Sambung Udding.

Sementara Kadis PUPR, Ir. Ikhsan Asaad, ST, MT., melalui kabid Sumber Daya Air (SDA), Hendra Haruna, ST., saat mengunjungi lokasi pada, Kamis (9/9/2021) menjelaskan jika salah satu penyebab terjadinya genangan oleh air hujan dan tidak lancarnya buangan air irigasi adalah karena saluran pembuangan induk Salu Jambu mengalami pendangkalan.

Tampak (kiri), Kabid Sumber Daya Air, Hendra Haruna, ST., saat mengunjungi lokasi yang tergenang di wilayah Kecamatan Lamasi Timur pada, Kamis (9/9/2021).

Hal ini menurut Hendra disebabkan oleh endapan dan tumpukan sedimen yang terbawa oleh air yang semakin lama semakin padat dan menutupi sebagian alur air.

Hendra menambahkan, langkah teknis yang tepat untuk penanganan saluran pembuang tersebut adalah melalui pengerukan dan normalisasi sepanjang kurang lebih 5 kilometer yang melalui Empat (4) Wilayah Desa.

“Dengan melihat penampang saluran dengan lebar hingga 20 meter sepanjang 5 kilometer, maka tentu membutuhkan anggaran yang sangat besar” Ungkap Hendra.

Karena itu, Dinas PUPR sebagai instansi teknis yang membidangi SDA akan melakukan koordinasi intensif dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang sebagai pengelola Jaringan Irigasi Lamasi.

Sekedar diketahui, sejak memasuki musim hujan beberapa hari terakhir, air menggenangi dan merusak hampir 600 Ha area persawahan yang berada di Wilayah Kecamatan Lamasi Timur. Hal tersebut berdampak terhadap produktivitas hasil pertanian masyarakat.

Rilis : Mus-95
Editor : AK

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?