PUPR Luwu Laksanakan Expos Kajian Lingkungan Hidup Paket Pekerjaan Ruas Jalan Latimojong

0

TNO, Belopa Luwu – Berdasarkan Surat Edaran Mentri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan RI Nomor : S.541/MENLHK/SETJEN/PLA.4/12/2016. Dalam hal Penyelesaian Dokumen Lingkungan Hidup Bagi Kegiatan Yang Telah Berjalan. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan RI. No.P.102/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2016 Tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Yang Telah Memiliki Dokumen Lingkungan Hidup.

Dalam rangka pelaksanaan UU No.32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Pasal 22 ayat (1) dan 34 ayat (1), “Setiap usaha dan/atau kegiatan yang berdampak penting terhadap Lingkungan Hidup wajib memiliki Amdal” dan “setiap usaha dan/atau kegiatan yang tidak termasuk dalam kreteria wajib Amdal memiliki Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Pasal 36 ayat (1) “Setiap usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki Amdal atau UKL-UPL wajib memiliki izin Lingkungan”. Kewajiban ini juga berlaku untuk kegiatan pemerintah/pemerintah daerah.

Dalam pelaksanaan kewajiban setiap usaha dan/atau kegiatan yang Wajib memiliki Amdal atau UKL-UPL wajib memiliki izin lingkungan, ternyata masih banyak kegiatan pemerintah/pemerintah daerah yang telah berjalan namun masi h belum memiliki dokumen lingkungan hidup. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan adanya perintah pemenuhan kewajiban untuk setiap kegiatan pemerintah/Pemerintah Daerah yang telah berjalan namun belum memiliki dokumen lingkungan hidup dan izin lingkungan untuk segera melengkapi dengan dokumen lingkungan hidup dan izin lingkungan.

Turut hadir pada pembahasan Sekda, Kadis LH yang diwakili oleh Kabid PLH, Kaban BPKD Moh Arsal Arsyad, Kadis Perkim Sofyan Thamrin,ST.MSi, pada pihak Kontraktor dan Konsultan Fisik, turut hadir pula PPK kegiatan.

Usdin Iskandar, ST (Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan) Dinas PU-PR Luwu, memaparkan kepada awak media ini diruang kerjanya bahwa, “Pemaparan dilakukan oleh Konsultan Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Selatan, kesimpulan dalam pertemuan itu bahwa, berdasarkan aturan diatas maka, pekerjaan Pelebaran Jalan di Latimojong tetap harus dilengkapi dengan Dokumen Kajian Lingkungan Hidup, Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH), dan Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH),” Ungkap Usdin, Belopa Utara, Selasa (1/12/2020)

Lanjut Usdin, “Konsultan Lingkungan Hidup Provinsi, yang diwakili 4 personil telah melakukan kajian secara tehnik berdasarkan kebutuhan dan dampak lingkungan disepanjang area kegiatan pekerjaan ruas jalan latimojong, ada pun OUTPUT kajian lingkungan adalah menetapkan rekomendasi yang didalamnya yakni, menginstruksikan penguatan tebing, penanaman pohon dll,”

“ Hingga Dinas PU-PR Luwu melalui Bidang Pembangunan Jalan Dan Jembatan, melaksanakan kegiatan Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup pada perkerjaan Jalan Ruas Latimojong sebesar Rp 499.000.000,- yang bersumber dari APBD DAU perubahan T.A 2020, di 5 titik ruas yakni: ruas Pajang-Lambanan Rp 99.000.000,- Rante Balla-Ulusalu Rp 100.000.000,- Rante Lajang-Ulusalu Rp 100.000.000,- Kadundung-Pajang Rp 100.000.000,- Pajang-Rante Lajang Rp 100.000.000,-“. Tutup Usdin

Rilis: Achmad Kusman
Editor: AA

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?