Pemkot Palopo Lakukan Studi Tiru Ke PTMDA Di Latimojong Luwu

0

Kedatangan rombongan Walkot Palopo disambut hangat oleh pihak M Manajemen PT. Masmindo Dwi Area (MDA), yakni, Heru Winayarko (Senior Geologis), Wahyu Diartito P (Senior Manager Govornment And Community Relation), Andi M Balawara (Departement Community Development Relation) dan beberapa kepala bagian PT. MDA lainnya.

TN, Latimojong Luwu – Wali Kota Palopo, Drs. H. Muh. Judas Amir, MH, didampingi Kapolres Palopo, Alfian Nurnas, Kasdim 1403 SWG, Suparman, dan rombongan melakukan kunjungan ke Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, tepatnya di lokasi kontrak karya PT. Masmindo Dwi Area (MDA), terkait adanya potensi kandungan emas di kawasan Siguntu, Kelurahan Latuppa, Kota Palopo. (Rabu, 26/8/2020).

Menurut Walikota, pemerintah Kota Palopo perlu mendapatkan petunjuk dan gambaran, apakah potensi kandungan emas yang ada di Siguntu memang layak dikelola atau tidak. Karena itu, pihak Pemkot Palopo melakukan kunjungan ke Kecamatan Latimojong khususnya di Perusahaan PT. MDA untuk melakukan koordinasi dan mendapatkan gambaran.

Dalam penjelasan Walikota dihadapan para petinggi PT. MDA dan rombongan ingin mengetahui, “Apakah tambang di Siguntu jika dikelola akan mendatangkan kebaikan dan kemaslahatan atau justru membawa keburukan bagi lingkungan sekitarnya, selain itu kami juga ingin belajar cara mengelola yang baik sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan terlebih pada masyarakat sekitar”, sambung Judas lagi, “selain itu kami harus memulai dari nama”, kata dia sembari tersenyum lebar.

Heru Winayarko selaku senior egiologis pada Perusahaan PT. MDA, di dampingi oleh, Wahyu Diartito P (Senior Manager Govornment And Community Relation), Andi M Balawara (Departement Community Development Relation), menyambut hangat kedatangan rombongan Walikota Palopo, bahwa pihak MDA sangat menjunjung tinggi niat baik Pemkot Palopo yang telah melakukan kunjungan ke perusahaan PT. MDA untuk melakukan koordinasi dalam cara pengelolaan tambang emas, “Terima kasih kepada bapak Judas selaku Walikota Palopo beserta rombongan telah mendatangi perusahaan ini untuk silaturrahin kepada kami, selain sebagaimana sambutan bapak walikota, bahwa tujuan utamanya datang ketempat kami yaitu dalam rangka bertanya soal bagaimana cara mengolah tambang emas dengan baik, yang tidak bertentangan dengan aturan dan juga terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar,” ucap Heru.

Pada kesempatan berikut Wahyu Diartito P (Senior Manager Govornment And Community Relation), menjelaskan, “Terima kasih atas pertanyaan dan bapak Walikota, pada dasarnya, sebelum suatu daerah dapat dilakukan explorasi dan exploitasi untuk dilakukan penambangan, daerah tersebut harus terlebih dahulu masuk dalam Wilayah Pertambangan. Wilayah Pertambangan berdasarkan Pasal 1 angka 29 Undang–Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU 4/2009) menyebut definisi Wilayah Pertambangan (WP) sebagai berikut,” kata Wahyu Diarta Tito yang akrap disapa Dito.

Tampak foto kiri-kanan, Dito, Heru Winayarki, A M Bala, Kapolres Palopo Alfian Nurnas, Walkot Palopo H M Judas Amir, Kasdim 1403 SWG Suparman. saat melakukan sesi dialog di Kamp TP. MDA di Latimojong Luwu, Rabu (26/8/2020).

Sambung Dito, Wilayah Pertambangan, yang selanjutnya disebut WP, adalah wilayah yang memiliki potensi mineral dan/atau batubara dan tidak terikat dengan batasan administrasi pemerintahan yang merupakan bagian dari tata ruang nasional. Yang menentukan WP adalah Pemerintah setelah ditentukan oleh pemerintah daerah dan berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat RI, sehingga Anda dapat melakukan pemeriksaan dahulu ke Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara setempat apakah wilayah pertambangan anda merupakan wilayah yang dikategorikan sebagai WP.

Menyorot pertanyaan Bapak Walikota Palopo, pertambangan emas masuk dalam kategori pertambangan mineral logam. Perizinan awal yang harus Anda penuhi untuk sebuah pertambangan adalah Izin Usaha Pertambangan (IUP), dimana IUP terdiri atas 2 (dua) tahap.

(1). IUP Eksplorasi meliputi kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, dan studi kelayakan; (2). IUP Operasi Produksi meliputi kegiatan konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, serta pengangkutan dan penjualan. Kemudian Anda menanyakan apakah pengurusan pertambangan itu lewat negara atau investor swasta. Yang dapat mengajukan permohonan IUP adalah badan usaha, koperasi, atau perseorangan. Sehingga apabila Anda ingin mengajukan permohonan IUP, maka Anda dapat melakukannya atas nama pribadi. bupati/walikota apabila wilayah pertambangan emas Anda berada di dalam satu wilayah kabupaten/kota; gubernur apabila wilayah pertambangan emas Anda berada pada lintas wilayah kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi setelah mendapatkan rekomendasi dari bupati/walikota setempat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kemudian mengenai tahapan kegiatan produksi, Anda memerlukan IUP Operasi Produksi. IUP Operasi Produksi adalah izin usaha yang diberikan setelah selesai pelaksanaan IUP Eksplorasi untuk melakukan tahap kegiatan operasi produksi. Selain itu, untuk wilayah izin pertambangan khusus, ada IUPK Operasi Produksi, yaitu izin usaha yang diberikan setelah selesai pelaksanaan IUPK Eksplorasi untuk melakukan tahapan kegiatan operasi produksi di wilayah izin usaha pertambangan khusus.” tutup Dito

Walikota juga menyampaikan, bahwa, Pemkot Palopo akan bersurat ke Kementerian ESDM RI untuk meminta petunjuk. Termasuk menghadirkan Tim Ahli. “Sebelum itu, kami datang ke Masmindo, agar kami tahu cara-cara melakukan pertambangan emas itu seperti apa, mekanismenya bagaimana,” pungkasnya. (ach)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?