Pembekuan SK Mokole Nuha Tak Benar : Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu Gelar Rapat Khusus

0

Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu Menghimbau Kepada Seluruh Masyarakat Adat Luwu Terutama Pemerintah Daerah Se-Tana Luwu Agar Tidak Mudah Terprovokasi Oleh Adanya Gerakan-Gerakan Yang Dilakukan Oknum Yang Bukan Berasal Dari Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu, Baebunta, (6/9/2020)

TNO, Baebunta Lutra – Adanya pembekuan SK Mokole Nuha yang mengatasnamakan Pilar Kedatuan Luwu serta menyatakan selama ini terjadi kerancuan Tatanan Adat, membuat Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu tidak tinggal diam, dan melakukan rapat Khusus pada Minggu, 6 September 2020 di Baebunta Luwu Utara.

Rapat Dewan Adat yang dipimpin Opu Patunru Kedatuan Luwu, Drs Andi Muh Nur Palullu Kaddiraja, Opu To Gau dengan mengambil sikap yakni, Mokole Nuha, Andi Baso AM Opu To LA Mattulia adalah Mokole Nuha yang sah dikukuhkan oleh Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu, disaksikan langsung Datu Luwu XL, H Andi Maradang Mackulau Opu To Bau.

Dimana pengukuhan itu juga dilakukan di Soroako yang dihadiri Bupati Luwu Timur Drs H Andi Hatta Marakarma, MP, dan juga perwakilan PT Vale, serta seluruh perangkat Adat, dan para anak Suku kemokolean Nuha yang jumlahnya mencapai ribuan orang. pada tahun 2014 silam

Pada Rapat Dewan Adat 12 ini juga dihadiri Ana’Tellue yakni ; Makole Baebunta, Andi Masita, Kampasu Opu DaengTawelong, Ma’dika Bua, Andi Syaifuddin Kaddiraja Opu To Sattiaraja, dan Ma’dika Ponrang, Andi Sana Kira Opu To Bau, Minggu /9/2020)

Foto tampak peserta Rapat Dewan Adat 12

Makole Baebunta, Andi Masita Kampasu Opu DaengTawelong, S.Sos dalam rapat tersebut berpendapat kegiatan yang dilakukan oknum yang mengatasnamakan Pilar Kedatuan Luwu, ada dua orang mengaku merupakan perwakilan dari Makole Baebunta, dengan tegas ia mengatakan, “itu tidak benar”.

” Keduanya bukanlah perangkat adat dari kemakolean baebunta serta keduanya tidak ada komunikasi ke saya. Sehingga jika keduanya mengambil langkah atau keputusan tanpa sepengetahuan saya dan perangkat adat kemakolean baebunta itu tidak sah,” Tegas Andi Masita.

Selain itu, sebutnya dia menjelaskan tugas dan fungsi dari Pancai yakni; hanya bertugas atas segala prosesi adat di wilayahnya sendiri, sehingga Pancai tidak punya hak sama sekali untuk mengurusi Mokole Nuha apalagi ingin membekukan SK pengangkatan seorang Mokole Nuha.

Senada dengan itu, Ma’dika Ponrang, Andi Sana Kira Opu To Bau, S.Sos,M.Si berpendapat selama ini proses pengangkatan pemangku adat di bawah Kedatuan Luwu telah dilakukan dengan benar dan melalui prosedur serta tatanan adat yang berlaku.

Ma’dika Bua, Andi Syaifuddin Kaddiraja Opu To Sattiaraja, SE berpendapat bahwa Kedatuan Luwu tidak pernah mengenal adanya Pilar Kedatuan Luwu sehingga jika ada mengatasnamakan Kedatuan Luwu, itu tidak sah.

Setelah melakukan rapat di Baebunta pada Minggu, 6 September 2020, Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu dibawah pimpinan Makole. Baebunta, Andi Masita Kampasu Opu Daeng Tawelong melakukan silaturahim dengan Pancai Pao, H Daeng Magguna di Pao Malangke guna klarifikasi adanya sikap yang dilakukan oleh Abidin Arif To Parukka, SH, yang ikut mengurusi urusan pemangku adat di luar wilayah Pao. Melalui silaturahim tersebut, Pancai Pao, H Daeng Magguna menyatakan Mandat yang diberikan kepada Abidin Arif To Parukka tersebut, hanya bertugas sebagai penghubung di dalam wilayah Kedatuan Luwu, namun jika terjadi kesalahan maka mandat itu tidak berlaku lagi atau batal dengan sendirinya.

Selain itu, pada rapat tersebut juga membahas tentang adanya pertemuan, yang dilakukan pemerhati Adat Budaya Luwu, di Kediaman A Baso Ilyas Opu Lanre, di Jl Jenderal Sudirman Palopo, yang menyatakan mengakhiri dualisme Datu Luwu serta membentuk poros tengah, dan membentuk tim 5 yang bertugas membentuk Dewan Adat 12 sementara.

Dewan adat 12 Kedatuan Luwu menyatakan dengan tegas, Datu Luwu XL adalah H Andi Maradang Machkulau Opu To Bau, SH yang telah dipilih secara dekmoratis dan aklamasi oleh seluruh Dewan Adat 12, menggantikan Datu Luwu XXXIX, Andi Luwu Opu Daengna Patiware yang mangkat.

Oleh karena itu, Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu menghimbau kepada seluruh masyarakat Adat Luwu termasuk Pemerintah Daerah se-Tana Luwu agar tidak mudah terprovokasi oleh adanya gerakan-gerakan yang dilakukan oknum yang bukan berasal dari Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu apalagi yang berbau provokatif bahkan fitnah yang menyatakan ada oknum Dewan Adat 12 yang membawa kepentingan pribadi atau kelompok, karena apa yang dilakukan selama ini semata-mata hanyalah pengabdian demi lestarinya tatanan Adat dan Budaya Luwu. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?