MDA Laksanakan Program Rutin Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan

0

Kegiatan Bakti Sosial Pengobatan Gratis Yang Diadakan Oleh PT. MDA Ini, Dilaksanakan Di Delapan (8) Desa Terpencil Di Kecamatan Latimojong, Minggu, (01/11/2020).

TNO, Latimojong Luwu – Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin bulanan oleh Departemen Cerla PT. MDA yang sudah masuk dalam bulan ke empat (4). Kegiatan ini sangat disambut antusias oleh masyarakat, baik masyarakat yang datang untuk melakukan pengobatan maupun masyarakat yang sekedar melakukan konsultasi kesehatannya, Kegiatan ini bekerjasama dengan empat (4) personil dari puskesmas latimojong.

PT. MDA, melalui kegiatan ini menunjukan kepeduliannya terhadap masyarakat latimojong, terkhusus dalam aspek kesehatan masyarakat.

Letak geografis Daerah Latimojong serta jauhnya fasilitas kesehatan dari beberapa Desa yang menjadi keluhan warga, sehingga masyarakat sangat menyambut antusias kegiatan inovatif PT.MDA, yakni pengobatan dengan cara mendatangi Desa-Desa tersebut untuk melakukan pengobatan dan konsultasi kesehatan secara gratis.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga (3) hari dan mencakup delapan (8) Desa dengan total kunjungan pasien 366 orang.

Hari pertama pada Jum’at (30/10/20), di Desa Ulu Salu, Desa To’lajuk dan Boneposi, hari kedua, Sabtu (31/10/20), Desa To’barru, Desa Kadundung dan Desa Pajang, hari ketiga, minggu, (1/11/2020), Desa Tabang dan Desa Rante Balla.

Tampak foto kiri M Hamka (kades Boneposi) saat memeriksakan kesehatannya pada kegiatan pengobatan gratis oleh PT. Masmindo Dwi Area di Pustu desa Boneposi, Jum’at (30/10/2020).

Ada lima (5) penyakit terbanyak yang rata-rata didederita masyarakat Latimojong menurut dr M. Patri Nasir diantaranya, Hipertensi, Gastritis, Influenza, Ispa, General Weakness, ia memberkan kepada wartawan TN saat usai melakukan pelayanannya kepada pasien (masyarakat red).

“ Penyakit yang paling banyak diderita masyarakat di delapan (8) desa yang kami tangani ada lima (5) jenis penyakit dimana penyakit ini memang rentang pada usia dewasa (lansia), yakni Hipertensi, khusus untuk penyakit Hipertensi ini, kami sarankan kepada penderitanya agar melakukan check up secara rutin, selain itu konsumsi makanan sehat dan hindari makanan asinan,” Ungkap dr M. Patri Nasir.

M Hamka selaku Kades Boneposi membeberkan bahwa program ini sangat diapresiasi masyarakat latimojong khususnya masyarakat Boneposi termasuk saya pribadi,” ucap M Hamka.

“ Ini sudah ke empat kalinya dilaksanakan pengobatan secara gratis oleh pihak MDA, dan sepengetahuan kami ada delapan desa yang masuk dalam daftar kegiatan ini, kebetulan di latimojong ini tidak ada orang lain semua keluarga, artinya, ‘alhamdulillah semua masyarakat latimojong sangat mengapresiasi kegiatan ini, hampir disetiap acara yang ada disekitar latimojong ini yang menjadi topik pembicaraan masyarakat, bahwa kita tidak lagi terlalu khawatir karena setiap bulan kita bisa lakukan check up dan konsultasi sama dokder yang tugaskan Masmindo,” Tiru M Hamka.

Sekedar untuk diketahui kegiatan ini melibatkan petugas kesehatan setempat termasuk kader kesehatan disetiap Desa.

Dilain sisi Achmad Kusman To’laluasa Selaku Jurnalis Luwu, “Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep bahwa Organisasi, khususnya (namun bukan hanya), perusahaan adalah memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang di antaranya adalah Konsumen, Karyawan, Pemegang Saham, Komunitas dan lingkungan dalam segala aspek Operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Oleh karena itu, CSR berhubungan erat dengan “pembangunan berkelanjutan”, yakni suatu Organisasi, terutama perusahaan, dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan dampaknya dalam aspek Ekonomi, misalnya tingkat keuntungan atau deviden, tetapi juga harus menimbang dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari keputusannya itu, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka yang lebih panjang. Dengan pengertian tersebut, CSR dapat dikatakan sebagai kontribusi perusahaan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan dengan cara manajemen dampak (minimisasi dampak negatif dan maksimisasi dampak positif) terhadap seluruh pemangku kepentingannya (butuh rujukan).

Menurut uu terdapat enam model CSR yang dapat diterapkan di perusahaan, yaitu: Cause Promotion, Cause Related Marketing, Coporate Societal Marketing, Corporate Philanthropy, Community Volunteering, dan Socially Responsible Business Practice.

Ini yang menjadi perhatian terbesar dari peran perusahaan dalam masyarakat telah ditingkatkan yaitu dengan peningkatan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan dan masalah etika. Masalah seperti perusakan lingkungan, perlakuan tidak layak terhadap karyawan, dan cacat produksi yang mengakibatkan ketidaknyamanan ataupun bahaya bagi konsumen adalah menjadi berita utama surat kabar. Peraturan pemerintah pada beberapa negara mengenai lingkungan hidup dan permasalahan sosial semakin tegas, juga Standar dan hukum seringkali dibuat hingga melampaui batas kewenangan negara pembuat peraturan (misalnya peraturan yang dibuat oleh Uni Eropa. Beberapa investor dan perusahaam manajemen investasi telah mulai memperhatikan kebijakan CSR dari Surat perusahaan dalam membuat keputusan investasi mereka, sebuah praktik yang dikenal sebagai “Investasi bertanggung jawab sosial” (socially responsible investing).

Kepedulian kepada masyarakat sekitar/relasi komunitas dapat diartikan sangat luas, namun secara singkat dapat dimengerti sebagai peningkatan partisipasi dan posisi Organisasi di dalam sebuah komunitas melalui berbagai upaya kemaslahatan bersama bagi Organisasi dan komunitas. CSR bukanlah sekadar kegiatan amal, melainkan CSR mengharuskan suatu perusahaan dalam pengambilan keputusannya agar dengan sungguh-sungguh memperhitungkan akibat terhadap seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) perusahaan, termasuk lingkungan hidup. Hal ini mengharuskan perusahaan untuk membuat keseimbangan antara kepentingan beragam pemangku kepentingan eksternal dengan kepentingan pemegang saham, yang merupakan salah satu pemangku kepentingan internal.

” CSR merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi kepada pengembangan ekonomi dari komunitas setempat ataupun masyarakat luas, bersamaan dengan peningkatan taraf hidup pekerjanya beserta seluruh keluarganya”.

Penulis: Achmad Kusman
Editor: Aziz Aripuddin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?