Lagi Lagi Polisi Amankan Pelaku Penganiayaan Ibu Oleh Anak Kandung

0

Seorang Warga Desa Sumber Tani, Kec. Kasimbar Tegah, Setelah Menganiaya Ibu Kandungnya Sendiri, Kini Diamankan Oleh Satuan Reskrim Polsek Kasimbar.

TNO, Parimo Sulteng – Berdasarkan laporan korban Sarmina Lalengan, dengan hasil visun dari Puskesmas Kasimbar, atas penganiyaan yang dialaminya pada Jum’at, (11/9/2020) jam 11:00 wit, korban Samirna melaporkan AT katakanlah seperti itu panggilan pelaku, yang tak lain adalah anak kandung Samirna, AT pun langsung disergap dan diamankan oleh Satuan Reskrim Polsek Kasimbar, Jum’at (11/9/2020) sore sekitar pukul. 17:00 wit, di rumah pelaku (TKP).

Kejadian penganiayaan tersebut dipicu sang (AT) inisial pelaku, meminta uang kepada ibu (korban) yang tak lain adalah ibu kandung AT, namun sang Ibu tidak memenuhi permintaan AT, adu mulut pun tek terhindarkan antara ibu dan anak itu, keduanya tak mampu menahan diri, pelaku semakin tak terkendalikan, akhirnya pelaku nekat memukuli ibu kandungnya sendiri, dengan menggunakan sepotong kayu, pada bagian pinggang, hingga korban mengalami luka memar yang cukup serius.

Sarmina pun langsung melakukan visum di puskesmas Kasimbar, dan hasilnya dijadikan alat bukti penganiyaan atas laporan tersebut, dirinya pun segera ke kantor polsek Kasimbar, guna melaporkan kejadia yang menimpa dirinya, oleh Satuan Reskrim Polsek Kasimbar pun langsung melakukan penyergapan terhadap (AT) selaku pelaku penganiyaan terhadap ibu kandungnya sendiri.

Tampak pelaku penganiyaan terhadap ibu kandungannya mengunakan kaos hitam di dampingi Satuan Polsek Kasimbar saat dipindahkan ke polres Parigi Moutong guna untuk proses tindaklanjut.

Dan menurut penuturan Kanit Reskrim Polsek Kasimbar Bripka. I Nyoman Tri Ayasa, bahwa, setelah pihaknya lakukan penangkapan dan proses introgasi atas pelaku, AT mengakui semua perbuatannya terhadap korban (ibu kandungnya) dengan sebuah Alat bukti berupa potongan kayu yang di gunakan pelaku menganiaya korban, dengan berdasarkan pengakuan dan alat bukti, kami selaku penagak hukum telah mengamankan pelaku selama tiga hari, seletah itu kami mengantar pelaku ke Polres Parigi Moutong pada hari Senin, (14/09/2020), guna untuk tindak lanjut penangananya.

Dan di tambahkannya lagi, bahwa, atas tindakan tersebut, pelaku, bisa dijerat Kekerasan dalam Rumah Tangga atau KDRT, sebagaimana dikemukakan dalam Pasal 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) adalah setiap perbuatan Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap, perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun, atau denda paling banyak Rp 15.000.000-,(lima belas juta rupiah).

Disisi lain, Sarmina membeberkan kepada media TNO, bahwa dirinya sengaja melaporkan anaknya guna memberikan efek jerah terhadap perbuatannya, karena AT sering kali emosi dan mengancam sang ibu ketika meminta sesuatu, dengan kejadian ini, semoga AT bisa berubah dan berpikir lebih dewasa lagi, dan ini menjadi pelajaran buat anak anak lainnya,” Harap Sarmina. (Thlp)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?