Kunker DPRD Prov Sulsel Ke PTMDA Mendapat Pengawalan Inspektur Tambang Provinsi

0

Dalam Kunjungan Kerja (kunker) Komisi D DPRD Sulawesi Selatan mempertanyakan PT. Masmindo Dwi Area (PT.MDA) agar segera produksi. Hal tersebut diutarakan Ketua Komisi D, Jhon Renden Mangontan, saat kunjungan ke Kamp PT.MDA di Dusun Lo’ko, Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Luwu, Rabu (23/9/2020).

Kunjungan Komisi D bersama Kepala Jhon Renden Mangontan,ST. ketua komisi D Dapil 10, beserta rombongan yakni: Fadriaty AS,ST.MM, Anggota DPRD Prov. Sulsel Komisi D Dapil 11. Dr. H. Husmaruddin, SE,MM. Anggota DPRD Prov. Sulsel Komisi D Dapil 11. Drs. Esra Lamban Anggota DPRD Prov. Sulsel Komisi D Dapil 11. Andi Hasbullah, Kadis DLH Prov. Sulsel. Jamaluddin Perwakilan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Prov. Sulsel. Ramli, Perwakilan Inspektor Pertambangan. H. Andi Pangerang, SP. Kadis DLH Luwu. M. Taqwa Muller. H. Andi Syafiuddin Patahuddin, ST. Rusling. Abdul Jalal Thahir.

Kunjungan yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulsel, Andi Hasdullah, perwakilan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel, Jamaluddin, dan perwakilan Inspektor Pertambangan, Ramli, Hadir juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu, Andi Pangerang, dan Dinas Penanaman Modal Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Kab. Luwu.

Rombongan DPRD khususnya pada Komisi D mempertanyakan kegiatan dan aktifitas PT.MDA saat ini, dan apa saja yang menjadi kendala/tantangan yang dihadapi MDA selama beroperasi.

DPRD juga menyampaikan harapan dan sekaligus dukungannya kepada pihak PT.MDA agar segera Produksi, sehingga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Selain itu DPRD juga mengharapkan agar PT.MDA menyerap tenaga kerja lokal, dan juga memberi peluang usaha lokal yang ada disekitar perusahaan, agar pemberdayaan dan keterlibatan masyarakat setempat terpenuhi, sesuai dengan komitmen antar masyarakat dengan perusahaan, terlebih pada pemerintah.

Tamu disambut oleh Senior Manager External Affairs, Acting Kepala Teknik Tambang (KTT) PT.MDA, dan Staf Departemen terkait.

Dijelaskan bahwa, pada periode sebelumnya Proyek ini ditangani PT.Masmindo Eka Sakti, yang kemudian diambil alih oleh PT.Masmindo Dwi Area (MDA) yang lebih Proaktif dalam mengembangkan Operasi Tambangnya hingga saat ini.

Tampak foto Wahyu Diartito P (Sr manager gov and community relation) saat memberikan sambutannya kepada rombongan DPRD Prov. di Kamp. TP.MDA di Lo’ko Rante Balla, Latimojong Luwu, Rabu (23/9/2020)

PT.MDA berkomitmen melakukan Operasi Tambang dengan aman bagi lingkungan dan masyarakat, dan tidak akan menggunakan merkuri dalam Aktivitas Operasinya.

Saat ini, PT.MDA sedang menyelesaikan Validasi Data hasil pengukuran lahan & tanam tumbuh pada lokasi yang masuk dalam izin Prinsip perusahaan. Pihak PT.MDA juga sedang bersiap melakukan Sosialisasi terkait rencana pembebasan lahan, sebelum dilakukan Fase Konstruksi (pembangunan sejumlah fasilitas tambang).

PT.MDA Sosialisasi akan segera dilakukan dalam waktu dekat, tentunya akan melibatkan Pemkab. Luwu, Bupati Luwu dalam hal ini.” kata Dito

“ Target penyelesaian kompensasi pada tahun ini sedang kita genjot, agar tahun depan 2021, MDA bisa segera melakukan Konstruksi,” ucap Dito

Sambung Dito, “Tantangan utama yang dihadapi MDA, terutama adalah belum adanya rujukan resmi tentang penetapan standar harga pembebasan lahan dan tanam tumbuh di daerah ini,” urainya

Kelancaran proses kompensasi dan dukungan pemerintah dalam hal ketersediaan lahan merupakan kunci keberhasilan mewujudkan Proyek Tambang Emas ini.

“Terkait kelancaran proses kompensasi, tentu keterlibatan pemerintah sangat membantu, terutama dalam persoalan ketersediaan lahan misalnya, ini merupakan salah satu kunci keberhasilan untuk mewujudkan proyek tambang ini,” kunci Dito. (ach)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?