Kesiapan PTM Terbatas di Parimo, TK dan SD Sistem Shift, SMP Masuk 2 Kali Seminggu

0

TNO, PARIMO SULTENG – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) guna membahas kesiapan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas bagi Sekolah TK, SD dan SMP di Kabupaten Parimo.

Rakor tersebut dipimpin oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) Idran, ST.,M.PW., yang dihadiri Kasat Intelkam Polres Parimo AKP Zainuddin, SIP., Kadis Perhubungan Arman Maulana, S.Pd.,M.Si., Kadis Dikbud Drs. Aminudin, Kabid SD Disbud Ibrahim, SE., Koordinator Pengawas Sekolah Drs. Gurdan dan Pejabat lainnya yang masuk dalam Tim Satgas Covid-19 Parigi Moutong.

Rapat dilaksanakan di Sekretariat Satgas Covid-19 Kantor BPBD Parigi Moutong, Jum’at (3/9/21).

Koordinator Sekolah, Drs Gurdan memaparkan terkait kesiapan PTM terbatas mengatakan, kegiatan Pembelajaran Tatap Muka dilaksanakan mengacu pada keputusan Empat Menteri dan Surat Edaran Gubernur Sulteng tentang PPKM level 3 yang membolehkan Satuan Pendidikan melaksanakan Tatap Muka serta latar belakang tuntutan Orang Tua mirid yang mana anaknya sudah lama tidak melakukan Pembelajaran Tatap Muka.

Kesemuanya itu, kata Gurdan, “Dikembalikan pada kabupaten kota masing-masing, yang dikondisikan dengan wilayahnya. Untuk itu Dikbud hanya merancang kesiapannya jika diizinkan untuk melaksanakan PTM terbatas, maka sekolah tersebut harus memenuhi aturan prokes yang super ketat demi keamanan dari penyebaran Virus Corona.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong Idran, ST.,M.PW.

Lanjut Gurdan, “Ada beberapa item yang dibuat oleh Dikbud, pertama, sebutnya, “Sejauh mana persiapan sekolah untuk melaksanakan PTM sebelum diberikan izin oleh Satgas Covid-19 Kabupaten, terkait penerapan Prokes covid yang super ketat???

Sambungnya, “Prokes di Sekolah harus betul-betul ketat. Di satuan pendidikan dipastikan memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP), satuan pendidikan harus memiliki Satgas Covid di sekolah, tujuannya adalah, sewaktu-waktu pihak sekolah bisa melakukan Tes kesehatan terhadap siswa (i) jika diperlukan, dengan alat pengukur suhu dan dll yang terkait dengan kesehatan, seumpama ditemukan kasus suhu diatas 30 derajat, maka pihak sekolah segerah mungkin berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat” Urainya.

“Tujuan lain adalah, jika ada yang terpapar di luar sekolah, namun disekitar sekolah itu, maka secara otomatis PTM terbatas ditutup dan langsung dihentikan pada saat itu juga, sesuai regulasi yang ada itu berlaku selama 14 hari, sambari menunggu regulasi dari tim covid Kabupaten” Jelasnya.

Urai dia, “Untuk skema pembelajaran bergiliran atau shift adalah, untuk tingkat Taman Kanak kanak (TK), masuk jam 8.00 wita keluarnya jam 9.30 wita tanpa istrahat. Per hari hanya dibolehkan Lima (5) orang peserta didik dan jarak perorangan 1,5M.

“Andai satuan TK memiliki sebanyak 20 siswa (i), maka dibagi Empat shif per harinya. SD pun demikian, yang membedakan kelas jenjang bawah (satu) sampai kelas Tiga masuknya jam 08.00 wita, keluarnya jam 10.00 wita, Kelas Empat hingga Enam masuknya jam 08.00 wita keluarnya jam 11.00 wita. Setiap hari Senin dan hari Kamis yang boleh hadir di sekolah hanya kelas Enam dan kelas Tiga dengan kapasitas 50 persen dari kapasitas normal. Hari Selasa dan Jum’at hanya kelas Lima dan kelas Dua. Hari Rabu dan hari Sabtu hanya kelas Empat dan kelas Satu. Setiap jenjang itu hanya Dua kali dalam seminggu. Yang tidak masuk sekolah tetap menggunakan pembelajaran Daring melalui WA mengerjakan tugas sekolah. masing masing membawa bekal makan. Prokes ketat tidak memperbolehkan memberikan makanan kepada teman termasuk peralatan tidak di perkenankan dan itu akan dikembalikan ke satuan pendidikan yang mana nyaman untuk digunakan oleh siswa (i)” Jelasnya.

Untuk jenjang SMP sama kapasitasnya hanya 50 persen dari kapasitas normal. SMP masuk jam 08.00 wita keluar jam 12.00 wita, karena durasi menurut Kemendikbud paling lama satuan pendidikan itu 240 menit setara dengan 4 Jam.

“Kelas Sembilan masuk hanya Dua hari dalam seminggu, boleh Senin dan Kamis, sisanya membuat tugas. Kelas Delapan Dua hari, kelas Tujuh juga Dua hari. Ketika Rombongan Belajar (Rombel)-nya banyak dalam sistim Dapodik misalnya, jumlah Rombel 32 maka dibagi Dua masing masing Satu ruangan hanya boleh 16 orang. Untuk mata pelajaran yang bersentuhan fisik seperti praktek PJOK untuk sementara ditiadakan, yang boleh dilakukan adalah tugas mandiri, peserta didik melakukan aktivitas olahraga di rumah, direkam kemudian hasil rekaman itu dikirim ke guru” Tambahnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Parimo dan juga Sekretaris Satgas Covid-19 Parimo Idran, ST.,M.PW., mengatakan bahwa hasil rapat akan disampaikan dan dipaparkan kembali di hadapan Bupati Parigi Moutong, untuk diputuskan pelaksanaan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Rilis : Kominfo Parimo
Editor : MU/MAP

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?