Hujan Deras Mengguyur Wilayah Torue Mengakibatkan Banjir Di Beberapa Desa

0

Hujan dengan intensintas tinggi mengakibatkan debit aliran sungai Tolai meluap dan menyebabkan banjir di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Delapan (8) rumah warga hanyut terseret arus.”Berdasarkan laporan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, sedikitnya lima KK atau 17 warga terdampak akibat bencana hidrometeorologi tersebut,” kata Raditya Jati, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Kamis (8/10).

Sementara jumlah pengungsi masih dalam pendataan oleh tim TRC di lokasi kejadian. Sedangkan jumlah kerugian materil tercatat delapan (8) unit rumah yang hanyut terseret karena derasnya air luapan sungai Tolan tersebut.

Sebelumnya, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui laman resminya telah memberikan peringatan dini cuaca buruk pada Kamis (8/10), Jumat (9/10) dan Sabtu (10/10).

Adapun wilayah yang berpotensi terjadinya intensitas hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Sulawesi Tengah antara lain kabupaten kota Palu, Sigi, Donggala, Parimo, Poso, Morowali Utara, Banggai, Buol, dan Tolitoli. Melalui kajian InaRISK BNPB wilayah Kabupaten Parigi Moutong memang memiliki kajian bahaya sedang hingga tinggi untuk bencana banjir dengan luas bahaya 68 ribu hektare.

Sedangkan melalui kajian risikonya, sebanyak 200 ribu jiwa yang tersebar di 22 kecamatan terpapar bencana banjir di wilayah administrasi Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Melalui kajian InaRISK dan peringatan dini dari BMKG tersebut, diharapkan agar masyarakat tetap waspada dan siap siaga menghadapi potensi bencana seperti banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya yang bisa datang kapan saja.

Selain Sulawesi Tengah, banjir juga melanda 10 desa/kelurahan di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, Kamis (8/10). Dari laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Seluma diketahui bahwa banjir telah berdampak pada 82 KK/558 jiwa dan memaksa 225 jiwa lainnya mengungsi ke rumah kerabat.

Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Parigi Moutong Kecamatan Torue khususnya di Desa Tolai, 8 Rumah Warga di Sekitar sungai Tolai Yang Lokasinya Tak Jauh Dari Pasar Tolai, Rabu Sore (7/10/20).

Tampak rumah warga yang hanyut di sungai Tolai, kamis 8 oktober 2020

Ni Wayan Leli Pariani salah satu anggota DPRD Kab. Parimo, meninjau langsung dilokasi pasca kejadian, mengatakan bahwa curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan aliran air di sungai semakin deras dan merusak sejumlah bangunan milik warga yang berada disekitar sungai serta infrastruktur lainnya.

Tak hanya rumah warga yang tergerus, bangunan beronjong yang dibangun oleh Balai Sungai Provinsi Sulawesi Tengah pada Tahun 2012 juga hanyut terbawah arus derasnya Air.

Politisi Partai Golkar, Leli Pariani yang tinggal tidak jauh dari Lokasi bencana turut memberikan bantuan penanganan terhadap korban serta melakukan koordinasi ke Pihak terkait khusunya Pihak Balai Sungai Propinsi Sulawesi Tengah.

Ia sangat prihatin atas kejadian tersebut dan dampak Kerusakan lainnya, misalnya, Bendungan yang berada dibawah Jembatan. Dimana bendungan tersebut mengairi lahan persawahan masyarakat yang berada di Desa Tolai dan Tolai Timur yang hingga saat ini masih belum juga di benahi pihak Balai.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, sehingga ia pun bersama Pemerintah Desa, berencana melakukan evakuasi dini dengan bergotong-royong bersama masyarakat, akan membangun tanggul sementara dengan menggunakan karung yang di isi pasir.

Ia menyebutkan, sembari menunggu pihak terkait mereka akan membangun tanggul penahan air yang bisa digunakan untuk sementara.

Selain memberikan bantuan kepada korban, Anleg wanita asal Dapil Lima itu, juga berjanji akan membantu mencarikan ratusan karung, ia yakin bisa mendapatkan karung sebanyak itu dari pengusaha dan pedagang terdekat.

Terakhir, ia berharap agar para pihak yang berwenang agar segera memberikan bantuan dan memperbaiki segala Infrastruktur serta melakukan normalisasi sungai, untuk mencegah kejadian serupa, agar tidak terulang lagi, yang merugikan semua pihak. (umr).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?