Diduga Salah Sasaran, Kades Toga Disorot Warga

0

TNO – Warga Desak Penegak Hukum Segera Audit Kades Toga, Terkait Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD)

TNO Parimo, Sul-teng – Pemerintah desa (pemdes) toga kecamatan ampibabo kabupaten parigi moutong sulawesi tengah Menuai Sorotan Dari Warganya, Pasalnya, Penetapan dan penyaluran BLT DD di duga menyimpang dan tebang pilih, Parimo (06/07/2020)

Berdasarkan pengaduan dari warga desa toga oleh beberapa narasumber yang tak ingin disebutkan nama dan identitasnya dalam pemberitaan TNO, saat berkunjung di kantor sekretariat Teropong news Sulteng di jln. Sis Aljufri desa ampibabo utara kec ampibabo.

Adapun pengakuan salah satu narasumber pada saat berkunjung disekretariat TNO pihaknya mengatakan, di desa tersebut (toga) ditemukan banyak keganjalan yang meresahkan warga toga, sehingga warga mempertanyakan dan protes adanya kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemdes toga terkait dengan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) yang bersumber dari Kemensos, serta Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) T.A 2020.

“Pemerintah desa toga telah melakukan pendataan asal asalan hingga penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) kurang tepat sasaran sehingga membuahkan banyak kekecewaan terhadap warga,“ ungkapnya.

Menurut narasumber, salah satu bukti nyata Pemdes toga keteledoran telah melakukan pendataan hingga ada tada ganda yang kurang lebih 20 nama, yang menerima bantuan dari BLT DD namun disisi lain ke 20 nama tersebut juga terdata pada Bantuan Sosial Tunai (BST) dari kemensos.

“ Hal ini sangat disayangkan bahwa kebijakan pemdes sangat merugikan warga yang terkena dampak covid 19, karena disisi lain masih banyak warga yang termasuk ekonominya lemah dan layak untuk menerima bantuan, bahkan belum mendapatkan bantuan sama sekali melainkan pemdes toga pilih kasih terhadap warganya.” ungkapnya

“ Disamping itu bahkan ada warga yang mengidap penyakit kronis namun sama sekali belum tersentuh oleh bantuan dari pemerintah desa maupun dari daerah atau pusat.“ tutur narasumber yang tak ingin disebutkan identitasnya.

Dengan adanya aduan tersebut, pihak wartawan TNO Sulteng, turun ke TKP untuk melakukan penelusuran, sekaligus mengkonfirmasi kepada pihak yang terkait. Pada saat awak media ini tiba di kantor desa toga, terlihat hanya warga desa toga dan kepala dusun yang ditemui dibalai desa, melainkan petugas aparat desa dan kades tersebut tidak berada di kantor desa.

Setelah itu pihak wartawan TNO sempat menunggu dari pukul 09:30 sampai 10:30 Wita, namun kades dan aparat desa lainnya tak satupun yang muncul, akhirnya pihak TNO memutuskan untuk mendatangi kediaman kades toga Diono S. Piter yang tak jauh dari kantor balai desa.

Setibanya di rumah Kades Toga, Diono menyambut hangat wartawan TNO, guna klarifikasi tanggapan warga terkait pendataan ganda warga penerima manfaat BST dan BLT DD yang diduga tumpang tindih, bahwa, ada sekitar dua puluh nama Kepala Keluarga (KK) yang sudah menerima BST dan BLT DD.

Sementara itu Diono kades toga saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, pihaknya mengatakan, “Bahwa itu benar adanya, dan kebijakan yang diambil berdasarkan petunjuk dan teknis, saya menemui kepala pos ampibabo, untuk tidak di cairkan dananya atau di cancel, karena sudah menerima BLT DD sebelumnya.

“ benar ada nama warga saya yang sempat kami pending atau di batalkan untuk mencairkan bantuan dana BST nya, karena warga tersebut sudah menerima Dana BLT DD, yang berjumlah sebanyak dua puluh KK,” terang Diono.

Disamping itu salah seorang warga juga mengaku pada saat mewakili anaknya untuk menerima BLT DD.

Menurut pengakuannya, ”Pada saat penyaluran BLT DD tersebut yang diberikan secara tunai sebesar Rp 600.000, sempat uang itu kami pegang ditangan untuk dilakukan pengambilan gambar (foto) oleh pemdes toga, tak tahu tiba-tiba setelah di foto Kades Toga Diono S. Piter mengambil kembali dana tersebut dari tangan, “ loh bagaimana ini, berarti kamu mengambil foto mukaku saja. “ ucap warga saat diambil kembali uang yang sudah ditangan saat penyaluran.

Sambungnya, “ Tentunya saya merasa sangat kecewa, seolah-olah saya diperalat dan merasa di tipu oleh oknum kades, padahal saya belum pernah mendapat sama sekali bantuan dari pemerintah pusat maupun dari daerah terlebih dari bantuan desa, selama masa pandemi covid-19,” tuturnya.

tidak hanya itu, Bahkan ada warga yang mengaku saat dikonfirmasi terkait bantuan BLT DD yang sempat disalurkan oleh pemerintah desa kepada warganya hanya diberikan selama dua tahap saja .

Warga tersebut mengatakan, “Pada saat itu jam 11;00 malam rumah saya digedor oleh kepala desa (Diono S.Piter) red,,, terus ditawari saya dana BLT DD, tapi cuma dua bulan saja, dengan alasan dana tahap pertama sudah disalurkan ke orang lain.

Sambungnya lagi dia bercerita sambil meniru ucapan Diono, “Jadi saya menjawab, “minta maaf pakdesa, terpaksa saya tolak, karena ini tidak sesuai dengan aturan, bukannya BLT DD itu harusnya tiga bulan didapatkan warga, “ungkap warga yang hanya diberi BLT DD selama dua tahap itu.

Disamping itu setelah mengonfirmasi salah satu warga desa toga terkait penyaluran BLT DD yang konon katanya diambil kembali oleh pihak pemdes toga.

Kades Toga pun mengakui bahwa, “itu juga benar yang kami lakukan, bahkan lebih dari satu orang yang kami tarik kembali dana BLT tersebut, dan kami punya dokumentasinya, dengan alasan warga tersebut sudah menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), “ ungkap Kades Toga Diono S, Piter.

Tampak Kades Toga Diono S. Piter saat dikonfir awak media TNO

Sementara itu beberapa dari tokoh masyarakat desa toga yang sempat di temui oleh awak media ini, pihaknya mengatakan, “ Melihat dan menimbang kebijakan kades toga belakangan ini, sangat merugikan terhadap warganya, di mana sistem penyelenggaraan pemerintahan desa toga tidak berjalan sesuai dengan prosedur yang sebagaimana mestinya.

“ Kalau kebijakan seperti ini yang di terapkan secara terus menerus oleh pemdes toga, bukannya meningkatkan pelayanan dan prestasi desa yang sudah diraih, namun sebaliknya desa tersebut akan merosot.

“ Oleh karena itu, diminta kepada pihak yang terkait untuk turun melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap kades toga, “ucap salah satu tokoh masyarakat desa toga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Dilain waktu dan tempat Ketua BPD desa toga Asgaf Yoto, saat ditemui wartawan TNO, juga membenarkan hal tersebut, namun menurut Asgaf sampai saat ini belum ada warga atau masyarakat yang melaporkan secara resmi, hingga pihaknya tidak berdasar untuk melakukan koordinasi atau rapat dengan pihak pemdes toga.

“ Sampai saat ini saya belum bisa permasalahkan atau mengambil sebuah kesimpulan terkait isu yang berkembang dimasyarakat, karna belum ada yang bersifat laporan”.

“ Saya kira kalau isu-isu yang tidak resmi, itu tidak bisa saya pertanggungjawabkan karena belum ada warga yang datang kesini yang keberatan dan melaporkan terkait hal itu, termasuk kinerja Pemdes toga maupun kebijakannya”.

Oleh karena itu sambung Asgaf, “saya kira hal seperti ini positif saja” kuncinya. (UMR)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?