DESA DIGITAL TERBUKA, KENAPA TIDAK ?

0

TNO – Belopa, Perkembangan transformasi teknologi di Indonesia di Era Reformasi Birokrasi yang dulu dikenal dengan “Electronic Goverment” sekarang berganti 4.0 (four poin zero) menuju 9.0 saat ini sangat memberikan banyak kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan dan proses pembangunan utamanya di desa-desa. Beberapa saat lalu, Tim Redaksi TNO menemui seorang pegiat OpenDesa (Desa Digital Terbuka) sekaligus salah satu Wija to Luwu yang aktif dalam dunia digital marketing (pemasaran digital) yaitu Aziz Aripuddin. (Rabu, 25/11/2020)


Pada akun Facebook beliau yang di posting sore tadi yang membahas mengenai Desa Digital Terbuka, Aziz memaparkan sejumlah fakta menarik mengenai perkembangan Keterbukaan Informasi Publik pada Pemerintah Desa di Sulawesi Selatan dimana dalam data tersebut Kabupaten Luwu menempati urutan Pertama sebagai Kabupaten dengan server web online aktif di desa terbanyak disusul oleh beberapa Kabupaten lainnya. Meski demikian kata Aziz tidak semua server web desa tersebut sudah dikelola secara maksimal oleh pihak Pemerintah Desa karena berbagai hal seperti belum ada anggarannya atau SDM yang siap mengelolanya. “Sebetulnya data ini sudah lama sekali ingin saya share namun baru sempat di upload hari ini di Facebook pribadi saya. Jujur data ini adalah berdasarkan hasil pantau kami di Komunitas OpenSID Korwil Luwu / Pusat terhadap perkembangan Keterbukaan Informasi Publik di Desa selama ini” tutur Aziz. Ini harusnya menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah serta para pengambil Kebijakan utamanya para Kepala Desa dengan segala kewenangan yang dimilikinya.

Sumber data : http://pantau.opensid.my.id/

Aziz juga sangat mengapresiasi dan salut atas terobosan yang telah dilakukan oleh Kajari Luwu dalam hal ini Ibu Erny Maramba, SH, M.Hum yang telah mempelopori program Keterbukaan Informasi Publik di Desa Se-Kab. Luwu tahun 2020 ini. “Ini menjadi sebuah terobosan paling keren menurut saya (Pemdes mulai bisa upload semua bentuk kegiatan-kegiatan di desanya baik melalui Media Sosial dan Website Desanya yang mana dulunya sangat langka untuk kita ketahui apa saja aktivitas dan potensi yang ada di desa tersebut) ditambah dengan dukungan dari Pihak Pemkab Luwu dalam hal ini Bapak Bupati Luwu H. Basmin Mattayang dan para OPD nya serta dukungan dari Ketua APDESI Luwu A. Arfan Basmin, SH yang juga menjadi salah satu Kepala Desa dengan berbagai terobosan-terebosan luar biasanya” lanjut kata Aziz. Harapan kita kedepan semoga Kabupaten Luwu makin Maju dan Berdaya saing dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Tampak foto Kegiatan Lomba KIP Desa disalah satu Kecamatan di Kabupaten Luwu beberapa waktu yang lalu

Diakhir pertemuan dengan redaksi, Aziz mengatakan bahwa program yang sedang berjalan ini tentunya akan menjadi sebuah pekerjaan rumah bersama bagi semua pengambil kebijakan dan MAU berkomitmen menguatkan Desanya tidak hanya di sektor pembangunan fisik saja tapi juga di sektor Pelayanan Warga dan Peningkatan SDM Generasi Muda di Desa nya. China sudah berada di era 6G dan kita masih berjuang di era 4G, saatnya semua pihak benar-benar menjadikan momentum Keterbukaan Informasi Publik menjadi sebuah bentuk program bersama dan desa-desa juga lebih terbuka terhadap pembangunan dan penggunaan anggaran desanya. Seperti kata Pimred Teropong News Online Ahmad Kusman “jika bersih kenapa harus risih ?”…

Salam Desa Digital Dan Berdaya !

Aziz Aripuddin
(Praktisi dan Pegiat OpenDesa Digital di Luwu)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?