Dapat Pelecehan, Begini Kronologi Hingga DA Laporkan Pimcab Bank Sulselbar Belopa ke Polres Luwu

0

TNO, BELOPA LUWU – Tak terima Pelecehan yang dilakukan Pimpinan terhadap dirinya, salah satu pegawai Bank Sulselbar Cabang Belopa (sebut saja DA) langsung melaporkan peristiwa yang dialaminya di Polres Luwu, dengan Nomor Polisi : B/III/IV/2021. (SP2HP) Belopa, 05 April 2021.

Bagaimana Kronologinya hingga DA melaporkan pimpinannya sendiri atas dugaan kasus pelecehan yang dialaminya, begini penuturan korban. DA (pelapor/korban) yang merupakan salah satu pegawai Bank BPD sulsel belopa pada hari Rabu, 31 Maret 2021, tepatnya sore hari sekitar pukul 15.00 WITA, dipanggil oleh terlapor yaitu Imran Toriwawo Rahim, (ITR) selaku Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Belopa untuk menghadap ke ruang kerjanya di lantai dua.
Saat DA tiba di ruangan, DA langsung duduk dikursi depan meja ITR, singkat cerita, tiba-tiba ITR mengalus tangan DA diatas meja, seketika itu DA kaget dan menarik tangannya, dan langsung berdiri hendak meninggalkan ruangan ITR. Namun ITR tiba-tiba mendorong DA kearah dinding, DA pun tersandar kedinding bagian belakang pintu masuk ruang kerja ITR, lalu kemudian ITR mendekap tubuh DA dan berusaha memaksa mencium DA, DA memberikan perlawanan dan merontah hingga DA lolos dari tekanan ITR, DA yang tak terima perlakuan ITR, DA langsung kabur dari hadapan ITR, dan turun ke lantai satu kembali dimeja kerjanya.

Sepulangnya DA dari kerja, DA mampir di salah satu supermarket yang ada di Belopa untuk belanja kebutuhan anaknya, ITR sempat menelpon ke DA dan meminta maaf atas perlakuannya. Namun DA yang tak terima perlakuan ITR, setibanya di rumah, DA menceritakan kejadian yang menimpa dirinya kepada suaminya, suami DA pun tak terima, marah dan menyarankan DA untuk melaporkan peristiwa itu ke polisi untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Terpisah atas kejadian itu, Kanit PPA Polres Luwu, Awal Jusman, SH saat dimintai tanggapannya membenarkan adanya pengaduan tersebut.

“Masuk laporannya pada 5 April 2021 lalu, dan statusnya masih lidik, sementara masih dilidik dan didalami kasus ini dengan memanggil beberapa rekan DA untuk diambil keterangannya, nanti kita liat seperti apa dan bagaimana, tapi yang jelas kasus ini kita pastikan akan gelar perkara”. Kunci Awal Jusman kepada media TNO, Jum’at (28/4/21) pukul 13.15 (WITA).

Disisi lain KA inisial suami korban, menuturkan kepada TNO, Berharap kepada kepolisian Polres Luwu agar kasus ini bisa diungkap dan pelaku disanksi sesuai dengan perbuatannya. Selain itu KA juga meminta sebagi suami korban, agar ITR untuk sementara waktu membatasi diri, selama kasus ini ditangani oleh pihak kepolisian, yang bebas berkeliaran, seolah-olah tak bersalah. KA berharap agar ITR bisa menghargai dirinya dan keluarga korban.

“Saya dan keluarga sangat berharap kepada pihak kepolisian dimana sejak dari awal, setelah kejadian ini kami laporkan di Polres, saya dan keluarga diminta untuk menahan diri, namun kami juga meminta kepada pihak kepolisian agar kiranya pihak pelaku ITR untuk membatasi ruang geraknya, artinya ini demi kebaikan kita bersama, namun kenyataannya ITR sampai saat ini bebas kemana-mana, yang saya takutkan, adalah jangan sampai saya atau keluarga kami ketemu dijalan dengan ITR. Sementara kasus ini masih dalam proses kepolisisan, lalu kemudian terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, perlu saya pertegas bahwa ada persoalan yang bisa diselesaikan secara kekeluargaan, tapi kalau persoalan yang menimpa saya dan istri saya adalah persoalan etika yang bisa saya yakini bahwa tidak ada satupun suami atau keluarga yang akan menerima perbuatan yang dilakukan oknum seperti yang dialami istri saya, dan ini tidak bisa dinilai dengan apapun”. Tegasnya.

Tak hanya sampai disitu, selain DA, AS dan DD yang juga merupakan pegawai Bank BPD Belopa diduga juga pernah mengalami hal yang sama dari perlakuan ITR, AS dan DD sudah memberikan keterangannya di Kepolisian Polres Luwu, ITR mengetahui bahwa AS dan DD telah terpanggil polisi untuk memberikan kesaksiannya, ITR melalui briefing morning menyampaikan kepada seluruh karyawan Bank BPD Belopa, bahwa siapa yang akan ikut campur untuk memperluas masalah yang dilaporkan DA di Polres Luwu terancam akan kena sanksi seperti tidak diperpanjang kontrak kerjanya, dan ini disampaikan hampir setiap hari pada briefing morning. Hingga AS dan DD tidak bersedia lagi untuk memberikan kesaksiannya, akibat adanya tekanan atau ancaman dari ITR. Ungkap DA kepada Pimpinan Media TNO, Senin (3/5/21).

Adapun saat wartawan media ini mengkonfimasi tim kuasa hukum DA, LBH TIPRI, Aso Abdul Rahim, SH dengan adanya keterangan tambahan Korban kepada Reskrim Unit PPA Polres Luwu berharap perkara tersebut naik ketingkat penyidikan demi tegaknya hukum yang berkeadilan, untuk itu tetap memantau perkembangannya lebih lanjut, apalagi sudah didukung dengan alat bukti berupa keterangan saksi, petunjuk baik itu adanya rekaman dan alat bukti lain nantinya, selanjutnya tim kuasa hukum sangat berterima kasih kepada kepolisian Reskrim PPA Polres Luwu dalam hal pelayanannya yang tetap ekstra terhadap kasus yang sementara dalam tahap penyelidikan tersebut,” Jelas Aso.

Sementara itu, Kacap BPD Belopa, Imran Toriwawo Rahim, SE yang dihubungi melalui telepon selulernya via Whatsapp oleh Pimpinan TNO, sejak Minggu siang (2/5/21) pukul 14.11 (WITA) tidak memberikan tanggapannya terkait adanya surat laporan Polres Luwu, selaku terlapor. Dan hanya membalas, “Maaf pak kalau masalah ini saya no comment, konfirmasi langsung saja ke Polres Luwu sekali lagi mohon maaf”. Cetusnya.

Penulis : AK

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?