Balitbangtan Tanam Perdana Inpari 36 dan 37 di Lemusa, Dr Sumarni P : Bisa Meningkatkan Produksi dan Wawasan Petani

0

TNO, PARIMO SULTENG – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan-RI) melalui Loka Penelitian Penyakit Tungro (Lolittungro) melakukan penanaman perdana varietas Inbrida Padi Sawah Irigasi (Inpari) 36 dan Inpari 37, di Desa Lemusa Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (12/6/2021).
.

Inpari 36 dan 37 merupakan varietas unggulan, padi yang telah diolah dengan teknologi dan diyakini tahan terhadap Penyakit Tungro.

Tungro sendiri adalah penyakit padi yang disebabkan oleh Dua bentuk Virus Tungro yang berasosiasi, yakni Virus Batang Rice Tungro Baciliform Virus (RTBV) dan Virus bentuk bulat Rice Tungro Spherical Virus (RTSV).

“Kami itu menyebarluaskan teknologi di Lolittungro, seperti Inpari 36 dan 37. Itu yang harus kita sebarkan kepada petani, bahwa varietas yang tahan terhadap penyakit Tungro,” Ujar Kepala Lolittungro, Diseminasi Teknologi Balitbangtan, Dr Sumarni Panikkai, SP.,M.Si yang hadir langsung dalam kegiatan itu, Sabtu (12/6/21).

Dr Sumarni Panikkai mengatakan, bahwa kegiatan penanaman bibit Varietas Inpari rutin dilakukan setiap tahun, dan pada tahun 2021 ini, pihaknya atas arahan Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), melakukan kegiatan yang sama di Desa Lemusa, Kecamatan Parigi Selatan, sebagai lokasi penanaman perdana bibit varietas yang dimaksud.

“Kegiatan tahun ini di Sulawesi Tengah, kita laksanakan sesuai arahan Dinas Pertanian Provinsi Sulteng, bahwa daerah ini pernah diserang Hama Tungro. Sehingga kegiatan ini kami diarahkan kesini,” Paparnya kepada wartawan.

Lebih jauh Dr Sumarni menjelaskan, dengan luas area pertanian di Desa Lemusa yang lebih dari 100 hektar (ha), yang dijadikan sampel, pihaknya pada awal Tahun ini, hanya melakukan penanaman bibit Inpari di 10 ha lahan yang ada. Nantinya kita akan melihat hasil produksinya, dengan mengikuti pola yang digunakan oleh setiap petani itu sendiri dalam mengelola lahannya masing-masing.

“Kita lihat nanti berapa banyak hasil produksinya per hektar,” Tambahnya.

“Ini salah satu program dari Menteri Pertanian, bagaimana mensejahterakan petani, mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa meningkatkan hasil produksi dan menambah wawasan para peteni kita,” Tutup Dr Sumarni Panikkai.

Kegiatan tanam perdana Varietas Padi Inpari 36 dan 37 ini, Kepala Lolittungro didampingi oleh sejumlah pegawai Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Pertanian (DTPHP) Parigi Moutong, serta Kepala UPTD Kecamatan Parigi Selatan, Ramadhan Firman. Hadir pula seluruh pengurus Kelompok Tani Esa Genang 1 Desa Lemusa.

Dikutip dari halaman media noteza.id
Editor : MU/MAP

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?