Diduga Akan Mendatangkan Bencana Dan Mencemari Lingkungan PT. TRIO KENCANA Ditolak Beroperasi

0

TNO, Parimo Sulteng – Guna mencegah dampak lingkungan pengolahan tambang emas diwilayahnya, Perwakilan Pemerintah Kecamatan dan seluruh Kepala Desa Kecamatan Tinombo Selatan, bersama Aliansi Rakyat Tani (ARTI), melakukan pertemuan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulteng. Selasa (28/07/2020).

Adapun pertemuannya dikantor DLH ini yakni, membahas tentang  Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang dilakukan oleh PT. TRIO KENCANA, dimana pada perusahaan tambang tersebut akan melakukan pembersihan atas lokasi besar-besaran diwilayah kecamatan Tinombo Selatan.

Kades Tada Selatan Mohamad Irfain. S.H, mewakili Pemerintah Kecamatan dan seluruh Kepala Desa yang ada dikecamatan Tinombo Selatan, pada kesempatan itu pihaknya menjelaskan bahwa, “ tinombo selatan merupakan area yang memiliki ribuan hektar persawahan mulai dari desa oncone raya, sampai dengan desa khatulistiwa.

“Melihat dari sistem pengolahan pertambangan emas dalam Amdal PT.TRIO KENCANA tersebut, akan menggunakan sistem Open Ground atau sistem secara terbuka, jika kegiatan pertambangan itu dilakukan hal tersebut akan berdampak negatif yang akan menimbulkan limbah dengan skala besar serta merusak kualitas air untuk pengairan persawahan didesa,”ucap Irfain

Disamping itu Irfain juga menjelaskan bahwa,” didokumen Amdal ini saya membaca, disini akan dilakukan pembersihan atas lokasi yang besar-besaran, berarti ada pengupasan tanah dan penebangan pohon dalam artian akan dilakukan penggundulan hutan proses pemberaihan itu.

“Diketahui bahwa, “sungai Tada yang berada di wilayah Kecamatan Tinombo Selatan merupakan salah satu sungai yang terbesar, sedangkan belum ada tambang yang masuk, sungai Tada sering banjir dan meluap kepemukiman rumah warga.

“Lalu bagaimana nantinya kalau sudah ada tambang emas, hal ini yang di khawatirkan akan mengakibatkan bencana besar yang terjadi di wilayah kami nanti, dan dipastikan akan menyebabkan longsor dan banjir bandang karena sudah tidak ada hutan resapan didalamnya,”tuturnya

Lanjut Irfain mengatakan,”Selain dari wilayah kecamatan Tinombo selatan yang akan ditempatkan beroperasinya pertambangan emas PT.TRIO KENCANA, wilayah tambang emas itu yang akan masuk meliputi wilayah kecamatan toribulu dan kecamatan kasimbar.

“Salah satu titiknya berada di Toriapes wilayah kecamatan kasimbar, daerah tersebut merupakan perbatasan Desa Oncone Raya dan Desa tada selatan, sementara daerah itu banyak jalur anak sungai yang mengalir ke sungai induk yakni Sungai Tada.

“Sungai tersebut merupakan sungai yang mengaliri Irigasi di ribuan hektar sawah penduduk yang berada di Desa Tada, Silutung, Tada Utara, Tada Timur, Poly, Siney Tengah, siney, dan Desa Khatulistiwa tepatnya dikecamatan tinombo selatan,”ucapnya


Oleh karena itu sambung Irfain,”Ini adalah amanat rakyat yang harus diperjuangkan, untuk itu mewakili dari pemerintah kecamatan Tinombo Selatan beserta 20 Kades diwilayah Kecamatan tinombo Selatan, dengan tegas menyatakan sikap bahwa, kami menolak pertambangan emas yang masuk diwilayah kami,”tegasnya.

Tampak foto perwakilan pemerintah kecamatan dan Kades Tinombo Selatan bersama Aliansi Rakyat Tani saat menyerahkan dokumen pernyataan sikap penolakan tambang emas dikantor Dinas Lingkungan Hidup. selasa (28/07/2020).


Sementara itu Mohamad Akbar salah satu perwakilan masyarakat Aliansi Rakyat Tani (ARTI) juga ikut Menyampaikan beberapa Pernyataan Sikap penolakan tambang emas yang akan beroperasi diwilayah kecamatan Tinombo Selatan.

Dalam kesempatan itu Akbar mengatakan,”penolakan tambang emas itu berdasarkan komitmen atas tanda tangan 20 Kades diwilayah kecamatan Tinombo Selatan dan Camat Tinombo selatan dan menyepakati bahwa, tidak setuju dengan adanya pertambangan emas yang akan dilakukan dikecamatan Tinombo Selatan.

“Tidak hanya itu, pada tanggal 13 november 2019 yang lalu dimana pada aksi Aliansi Rakyat Tani tersebut, Bupati Parimo H. Samsurizal Tombolotutu mendukung penuh dan menandatangani penolakan tambang emas diwilayah kecamatan Tinombo Selatan serta memberikan keterangannya bahwa “BILA TIDAK MENGINDAHKAN, RAKYAT YANG BERTINDAK”,beber Akbar 

Oleh karena itu, sambung Akbar,”ada beberapa pernyataan sikap yang kami paparkan terkait penolakan tambang emas yang akan dilakukan oleh PT. TRIO KENCANA.

“Adapun penolakan tersebut yaitu, Menolak segala bentuk aktivitas pertambangan yang akan masuk di wilayah kecamatan tinombo selatan dan mendesak pemerintah kabupaten Parigi Moutong dan Provinsi Sulawesi Tengah, agar segera mencabut izin lokasi yang telah dikeluarkan kepada pihak perusahaan yang masuk di wilayah Kecamatan Tinombo Selatan,”tegas Akbar. (Ard)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?