Aksi Demo Tolak Tambang Aliansi Masyarakat Petani Tinsel Pecah Di Khatulistiwa : Kecam Tegakkan Supremasi Hukum

0

Kemarahan Dan Kekecewaan Masyarakat Tinombo Selatan (Tinsel) terhadap Pemerintah Dan penegak Hukum Atas Pembiaran Aktifitas Tambang Emas Yang Ada di Desa Oncone Raya Parigi Moutong Sulteng, Kini Menuai Sorotan Publik.

TNO, Parimo Sulteng – Merasa tidak adanya perhatian dari pihak pemerintah mau pun penegak hukum masyarakat bersama Aliansi dan lembaga pemerhati lakukan gerakan gabungan dengan turun kejalan bersama sejumlah massa yang cukup besar, berbagai Sepanduk yang bertuliskan “Tolak Tambang Emas”

Aksi ini tepatnya di desa Khatulistiwa (Tugu Khatulistiwa), Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong. Titik aksi tersebut yang menghadirkan berbagai elemen masyarakat mulai dari Aliansi, mahasiswa, masyarakat, petani dan nelayan. Yang ikut melakukan aksi penolakan tambang emas Ilegal dan legal yang ada di wilayah kecamatan tinombo selatan. Senin 21/12/2020

Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Romansyah menyampaikan dalam orasi nya, “Aksi damai tuntutan kami yaitu: Pertama, menolak segala bentuk Pertambangan yang masuk di wilayah Kecamatan Tinombo Selatan. Kedua, untuk menghadirkan semua Anggota DPRD Parigi Moutong Dapil II, untuk menyatakan SIKAP dihadapan seluruh PETANI dan MASSA yang hadir dalam aksi ini, sebagai bentuk sikap bahwa anggota DPRD masih peduli rakyatnya,” terang Romansyah

Disamping itu, “Kami dari berbagai Aliansi yang tergabung dalam aksi ini. Aliansi Rakyat Tani (ARTI), Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Tinombo Selatan (IPPM-TINSEL), Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPAR) dan Gerakan Masyarakat Peduli Alam (GEMPA) menuntut pemerintah daerah Parigi Moutong, pemerintah kecamatan tinombo selatan dan pemerintah Desa se-Kecamatan Tinombo Selatan, segera mendesak pemerintah provinsi sulawesi tengah, agar segera mencabut izin usaha pertambangan PT. Trio Kencana yang masuk di wilayah kecamatan Tinombo Selatan,” Tegasnya

” Di lokasi Kelapa Tiga yang berada di desa Oncone Raya itu, ada salah satu tambang Ilegal dan bahkan sudah ada 1 unit Excavator di lokasi tersebut yang berdampingan dengan lokasi Perusahaan PT. Trio Kencana yang sudah Mengantongi IUP,”

” Kami atas nama masyarakat sekecamatan Tinombo Selatan yang tergabung dengan beberapa elemen Aliansi kami nyatakan menolak tambang emas “ilegal mau pun Legal yang ada di wilayah kecamatan tinombo selatan,” Tegasnya

Lanjut Romansyah selaku Korlap aksi demo itu, “Dari pihak kepolisian yang hadir kami minta agar pihak yang berwewenang segera turunkan alat berat yang ada di kompleks Kelapa Tiga, tepatnya di Desa Oncone Raya, disana ada juga penambangan illegal, dan bahkan sudah ada alat Exavator di sana 1 unit dan beberapa mesin jet lainnya,” Imbuh Romansyah

Di tambahkan nya Romansyah ia meminta, “Agar aparat kepolisian segera menangkap oknum Kepala Desa Oncone Raya dan Kepala Desa Tada (Induk), sebagai pelaku perbambangan liar bersama pemilik alat (mesin donfeng) yang diduga adalah pimpinan pondok pesantren yang ada di wilayah kecamatan tinsel, tepat nya di Tada Timur. Ucapnya lagi, sebagai bentuk penegakan supremasi hokum, sesuai peraturan PerUndang-undangan yang berlaku. Jika aparat hukum tidak segera memeriksa tiga oknum tersebut maka jangan salahkan masyarakat jika bertindak sendiri demi kepentingan umum,” Tandasnya

Junus Achpah perwakilan dari Kapolres selaku Kabag Ops menyampaikan di hadapan para Pendemo ia katakan, ” kita akan melakukan tindakan TEGAS untuk melakukan penurunan alat barat di lokasi tambang Ilegal itu, kemarin saja kami sudah lakukan cuman saja menurut Kasatpol PP dan anggota bahwa alat berat (Exafator) itu kehabisan BBM. “

” Setelah ini kami akan upayakan melakukan pembersihan di lokasi tersebut bersama masyarakat, kami juga akan memonitoring agar kita tidak main-main untuk melakukan tindakan ini, disamping itu sesuatu yang berkaitan dengan tindakan-tindakan yang melanggar hukum yang berkaitan dengan ilegal logging atau mining kami akan lakukan upaya-upaya hukum lebih lanjut.” Kunci Junus Achpah dihadapan massa aksi.

Rilis: Ardi
Editor: Moh Umar

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?