36 Desa di Parimo Jadi Lokus Penanganan Stunting 2021

0

TNO, PARIMO SULTENG – Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis Penanganan Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Parigi Moutong, 36 Desa Lokus menjadi target Monitoring Tahun Anggaran (T.A) 2021, diselenggarakan di Aula Bappelitbangda Parimo, Senin (08/11/2021).

Kegiatan tersebut melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diantaranya, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Dinas Pertanian, ketahanan Pangan, PEMKAC dan Desa Lokus Tahun 2021 yang masuk dalam Penanganan Stunting dengan pemaparan hasil monitoring dari sekertariat, sudah sejauh mana Program dan Presentasenya sudah berapa persen masuk ke Desa Lokus.

Menurut Kasubid Sosial Budaya, I Irdan, S.KM.,M.Ph, kepada wartawan media ini usai Rakor, bahwa di tahun 2021 sebanyak 36 Desa Lokus yang ada di kabupaten Parigi Moutong, menurutnya bahwa Desa Lokus penanganan Stunting tentunya akan mengalami penurunan kasus.

“Kegiatan seperti ini kami lakukan setiap tahunnya, dan ditahun 2022 Desa Lokus akan mengalami penyebaran atau perluasan daerah penanganan Stanting menjadi 45 Desa, namun secara frekuensinya menurun” Ucapnya.

Tampak dari kiri, Kasubid Sosial Budaya I Ketut Martana, ST, Kaban Bappelitbangda Irwan, S.KM.,M.Kes, dan di ujung kanan, Kasubid Sosial Budaya I Irdan, S.KM.,M.Ph.

Lanjut Irdan, untuk meningkatkan penanganan kasus Stunting khususnya pada usia dini balita dan anak-anak, Pemerintah telah mengupayakan beberapa Strategi yang tepat guna dan tepat sasaran untuk pemenuhan sandang pangan keluarga, yakni dengan meningkatkan Pelayanan Sosial melalui Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) strategi ini mesti kita pacu untuk mencapai tujuan.

Ditambahkanya, “Sasaran utama penanganan Stunting adalah peran serta Remaja, mengingat Remaja kita yang masih di SMA saat ini, kedepannya bakal tumbuh menjadi dewasa, pasangan usia subur yang akan menghadapi pernikahan, ini perlu langkah awal kita mensosialisasikan kepada mereka agar masyarakat pada umumnya dapat memahami sehingga pencegahan dari awal ada, namun sayangnya kondisi saat ini kita sulit untuk mencapai target, di sebabkan Pandemik, namun meski demikian Alhamdulillah tahun ini (2021 red) kita sudah mencapai presentasi 40 persen” Tegasnya.

Turut hadir ; Kaban Bappelitbangda Parimo Irwan, S.KM.,M.Kes, Kabid Bappelitbangda Ihwan, S.Pd, Kasubid Sosial Budaya, I Ketut Martana, ST, Kasubid Sosial Budaya I. Irdan, S.KM.,M.Ph, dihadiri oleh 9 Camat dan beberapa Kades Desa Lokus, Kabid DP3AP2KB Nur Afni, S.KM dan Kabid PUPR Fadlun, ST.

Penulis : Moh Amin Pasau
Editor : MU/NSR

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Open chat
Bisa Kami Bantu ?
Hallo ! Ada yang bisa kami bantu ?